Jumat, 24 April 2026

Bukan Lagi Soal Lama Belajar, Ini Cara Baru Bikin Anak Pintar dan Percaya Diri

Banyak orang tua masih berpikir keberhasilan anak ditentukan dari seberapa lama mereka duduk belajar. 

Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati, menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan di berbagai wilayah dalam konferensi pers di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas dan metode belajar agar anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih optimal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Bagi anak-anak masa kini, cara belajar justru menjadi faktor paling menentukan.
  • Pendekatan belajar yang monoton berisiko membuat anak cepat bosan, tidak percaya diri, bahkan enggan bertanya.
  • Anak bukan sekadar menerima pelajaran, tetapi membangun pemahaman melalui pengalaman.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua masih berpikir keberhasilan anak ditentukan dari seberapa lama mereka duduk belajar. 

Padahal, bagi anak-anak masa kini, cara belajar justru menjadi faktor paling menentukan.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, anak tidak cukup hanya menghafal. 

Mereka perlu memahami, bertanya, bereksplorasi, dan yang tak kalah pentingmenikmati proses belajar itu sendiri.

Realitanya, masih banyak anak Indonesia menghadapi keterbatasan akses pendidikan, baik dari sisi fasilitas maupun metode belajar yang menarik.

Padahal, pendekatan belajar yang monoton berisiko membuat anak cepat bosan, tidak percaya diri, bahkan enggan bertanya.

Psikolog Anak dan Keluarga Irma Gustiana menegaskan bahwa kebutuhan anak saat ini jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

“Perkembangan teknologi yang pesat. Menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks. Agar mereka mampu bertahan dan berkembang di masa depan,” ujarnya pada konferensi pers yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). 

Ia menekankan, anak bukan sekadar menerima pelajaran, tetapi membangun pemahaman melalui pengalaman.

“Dalam hal belajar, teori psikologi dari Piaget menekankan bahwa anak bukan hanya menerima informasi, tetapi mereka membangun pengetahuan secara internal melalui interaksi dan eksplorasi,” lanjutnya.

Artinya, ketika anak diajak aktif dan merasa senang, proses belajar menjadi lebih bermakna dan melekat.


Kesenjangan Nyata: Tidak Semua Anak Bisa Merasakan Belajar yang Menyenangkan*#

Namun, kesempatan untuk merasakan belajar yang seru belum merata.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved