Kemhan Ungkap Isi Pertemuan Menhan dengan Para Mantan Panglima TNI Hingga Senior Militer
Forum ini menjadi ruang bagi generasi militer untuk mendengarkan masukan konstruktif dari para senior yang telah berkontribusi besar bagi negara.
Ringkasan Berita:
- Menhan Sjafrie bertemu purnawirawan TNI untuk memperkuat komunikasi dan membahas kebijakan pertahanan nasional terkini.
- Forum ini menjadi wadah menerima masukan senior, termasuk pengembangan kekuatan TNI dan kerja sama internasional strategis.
- Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna menyempurnakan kebijakan pertahanan sebelum dilaporkan kepada presiden.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan deretan mantan Panglima TNI dan purnawirawan senior militer di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan pembaruan mengenai arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk progres pembangunan kekuatan TNI di masa mendatang.
Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang bagi generasi militer untuk mendengarkan masukan konstruktif dari para senior yang telah berkontribusi besar bagi negara.
"Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan," ujar Rico usai kegiatan acara.
Dijelaskan Rico, Sjafrie memaparkan hasil kunjungannya dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth, untuk memberikan gambaran dinamika kerja sama internasional kepada para purnawirawan.
Pembangunan Batalyon
Terkait penguatan organisasi, Rico mengungkap rencana besar pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dan ketahanan pangan yang akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
"Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya, dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan," tegas Rico.
Selain isu domestik, para purnawirawan juga memberikan perhatian pada peran TNI di kancah internasional, terutama mengenai keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di daerah konflik.
Rico menyebutkan masukan para senior mencakup evaluasi pasukan di Lebanon serta perkembangan geopolitik di wilayah strategis lainnya seperti Selat Hormuz.
"Termasuk, ya. Terkait dengan perkembangan pasukan perdamaian yang ada di, khususnya di Lebanon. Itu termasuk menjadi masukan-masukan dari para senior supaya evaluasi ke depannya bagaimana," tambahnya.
Baca juga: Menhan Kumpulkan Mantan Panglima, Eks Kepala Staf & Sejumlah Purnawirawan TNI, Apa yang Dibahas?
Lebih lanjut, Rico menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip konstitusi dengan strategi defensif aktif yang menjaga kedaulatan tanpa mengganggu stabilitas kawasan.
Seluruh masukan dari para mantan Panglima TNI ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menyempurnakan kebijakan pertahanan negara sebelum dilaporkan lebih lanjut kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga akan menyampaikan bahwa ini akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto didampingi tiga Kepala Staf Angkatan juga terlihat hadir menemui Menhan.
Dari unsur pemerintah, ada juga Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan yang turut mengikuti acara tersebut.