Ayu Dewi Bongkar Cara Bangun Anak Percaya Diri dan Berpikir Solutif
Selebritis Ayu Dewi membagikan pengalamannya sebagai ibu dari tiga anak.
“Tapi untuk menggedein anak-anak yang berkarakter unggul itu kan gak gampang kalau anak-anak sekarang yang suaranya ada di tong bolong gak keluar jadi itu kan kita juga harus belajar adaptif ya,” katanya.
Ia menekankan bahwa anak-anak saat ini adalah generasi yang dinamis, penuh tantangan, dan membutuhkan pendekatan yang juga fleksibel.
“Anak-anak sekarang tuh generasi yang dinamis, penuh challenge penuh tantangan,” tambahnya.
Peran Sekolah dan Rumah Harus Nyambung
Ayu juga menyoroti pentingnya keselarasan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Menurutnya, anak tidak cukup hanya belajar teori, tetapi harus diajak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai kehidupan.
“Anak-anak aku tuh disekolahkan di tempat yang emang dibimbing untuk memahami konsep secara keseluruhan. Dibimbing untuk mengaplikasikan pendidikan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia mencontohkan bagaimana anak-anak dilatih membuat keputusan dan berpikir kritis.
“Kayak misalnya mereka tuh dididik untuk membuat pilihan yang bertanggung jawab pilihan yang responsif dipancing dan juga dibimbing untuk terus berdiskusi interaksi terhadap sesama itu penting banget, dan berpikir kritis,” jelasnya.
Namun, Ayu menegaskan bahwa peran orang tua tetap krusial untuk memperkuat hal tersebut di rumah.
“Di sekolahnya gitu dan dirumah pun aku pun harus interaktif secapek, sekesel seemosional pun aku tetep harus seru karena emang anaknya belajar gimana ceritanya sih,” katanya.
Belajar Harus Dibuat Seru dan Bermakna
Salah satu kunci parenting ala Ayu Dewi adalah membuat proses belajar terasa menyenangkan, bukan tekanan.
Ia melihat anak-anak akan lebih mudah menyerap pelajaran ketika mereka merasa prosesnya menarik dan fun.
“Dan mereka tuh suka belajar karena mereka merasa bahwa belajarnya itu seru menarik, dan fun itulah yang aku coba terapin di rumah,” ujarnya.
Pendekatan ini menurutnya jauh lebih efektif dibanding sekadar menyuruh atau memberi instruksi tanpa pengalaman langsung.
Anak Perlu Dilibatkan, Bukan Hanya Diberi Instruksi
Ayu juga menyinggung pentingnya metode pembelajaran berbasis pengalaman atau problem based learning dalam membentuk anak yang solutif.
“Jadi kalau pembelajaran tentunya berbeda ya. Beda zaman udah pasti beda banget. Beda prosesnya, yang pertama nih kalau kita bicara pembelajaran untuk membentuk anak yang solutif itu biasanya ada kepada problem based learning,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ayu-dewi-ana-s.jpg)