Bacaan Doa
Doa Agar Terhindar dari Fitnah dan Balasannya di Dunia serta Akhirat
Setiap Muslim sebaiknya menghindari fitnah, perkataan dusta yang bertujuan untuk menjelekkan orang lain. Berikut doa agar terhindar dari fitnah.
Ringkasan Berita:
- Fitnah adalah perbuatan tercela berupa ucapan bohong yang dapat merusak kehormatan dan persatuan, bahkan dalam Al-Qur’an disebut dosanya lebih besar dari pembunuhan.
- Fitnah memiliki berbagai bentuk, seperti fitnah ahlas (berkepanjangan), sarra’ (kenikmatan yang menyesatkan), dan duhaima’ (kegelapan yang meluas).
- Pelaku fitnah akan mendapat balasan di dunia dan akhirat, mulai dari hilangnya kepercayaan hingga ancaman azab yang pedih.
TRIBUNNEWS.COM - Fitnah adalah perbuatan tercela yang dapat mendatangkan hal buruk.
Dalam Al-Quran disebutkan bahwa fitnah lebih besar dosanya daripada pembunuhan.
“Fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)
“Fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 217)
Fitnah berasal dari kata fatana yang artinya cobaan, ujian, dan bencana.
Menurut KBBI, fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang lain.
Bagi orang yang menyebarkan fitnah akan mendapatkan balasan di dunia dan di akhirat.
Rasulullah SAW. bersabda: “Bukankah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka karena hasil lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)
Mengutip buku Kitab Doa Harian Rasulullah oleh A.R. Shohibul Ulum, berikut doa yang dapat dibaca agar terhindar dari fitnah.
Baca juga: Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal di Akhir Zaman, Tanda Kiamat Kubra
Doa agar Terhindar dari Fitnah
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan lilqawmizh-zhaali-miin. Wanajjinaa birahmatika minal-qawmil-kaafiri-in
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir." (QS. Yunus [10]: 85-86)
Jenis-jenis Fitnah
Mengutip skripsi Makna Kata Fitnah Dalam Al-Qur’an Analisis Penafsiran Al-Sya'rāwī oleh Khoirul Ritonga, berikut jenis-jenis fitnah.
1. Fitnah Ahlas
Fitnah Ahlas diibaratkan seperti alas pelana yang selalu menempel pada punggung unta.
Artinya, fitnah ini berlangsung terus-menerus dan sulit dilepaskan dari kehidupan manusia.
Sifatnya berkepanjangan, gelap, dan penuh tekanan. Dalam kondisi ini, manusia saling bermusuhan, bahkan bisa saling menyerang hingga menyebabkan kehilangan harta dan keluarga.
Situasi ini mencerminkan keadaan kacau yang membuat orang saling menjauh karena konflik yang terus terjadi.
2. Fitnah Sarra’
Berbeda dengan Ahlas, Fitnah Sarra’ justru datang dalam bentuk kenikmatan. Bisa berupa kesehatan, kekayaan, atau kehidupan yang nyaman.
Namun di balik itu, muncul godaan untuk berbuat maksiat karena terlena oleh kesenangan dunia. Fitnah ini sering tidak disadari, karena terlihat seperti kebaikan.
Padahal, jika tidak disikapi dengan iman yang kuat, justru bisa menjerumuskan seseorang pada kesalahan dan menjauhkan dari nilai-nilai ketakwaan.
3. Fitnah Duhaima’
Fitnah Duhaima’ digambarkan seperti kegelapan yang menyelimuti seluruh umat manusia. Dampaknya sangat luas dan sulit dihindari, bahkan ketika dianggap telah selesai, fitnah ini tetap berlanjut dan semakin besar.
Pada puncaknya, manusia akan terpecah menjadi dua kelompok yang sangat kontras: kelompok orang beriman yang teguh, dan kelompok orang munafik yang sepenuhnya jauh dari iman.
Fitnah ini menjadi ujian besar yang hampir pasti dirasakan oleh setiap orang.
Baca juga: Doa agar Mampu Membayar Utang dan Terhindar dari Azab di Akhirat
Balasan bagi Orang yang Menyebar Fitnah
Dalam ajaran Islam, menyebarkan fitnah (menuduh, memutarbalikkan fakta, atau menyebarkan kebohongan yang merugikan orang lain) termasuk dosa besar dan memiliki konsekuensi berat, baik di dunia maupun di akhirat.
Kementerian Agama dalam lamannya menjelaskan mengenai balasan bagi orang yang menyebarkan fitnah.
1. Balasan di Dunia
Orang yang menyebarkan fitnah akan menghadapi dampak langsung dalam kehidupan sosialnya. Ia dapat kehilangan kepercayaan dari orang lain, dijauhi oleh lingkungan, serta merusak hubungan persaudaraan dan persatuan.
Dalam kasus tertentu, terutama jika fitnah berupa tuduhan zina tanpa bukti (qadzaf), pelakunya dapat dikenai hukuman dalam hukum Islam, yaitu 80 kali cambukan serta ditolak kesaksiannya di kemudian hari.
“Dan orang-orang yang menuduh wanita baik-baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali...” (Q.S. An-Nur ayat 4)
2. Balasan di Akhirat
Al-Qur’an memberikan peringatan keras bahwa menyebarkan fitnah atau kabar buruk di tengah kaum beriman akan mendapat azab yang pedih, baik di dunia maupun di akhirat.
Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga termasuk dosa besar di sisi Allah.
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji itu tersebar di kalangan orang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat...” (Q.S. An-Nur ayat 19)
Ayat ini menegaskan bahwa menyebarkan kabar buruk tanpa dasar yang jelas termasuk perbuatan yang sangat dibenci dan akan mendapatkan hukuman berat.
3. Termasuk Dosa Besar dan Sangat Merusak
Fitnah bukan sekadar ucapan, tetapi bisa menghancurkan kehormatan seseorang, memecah belah persatuan, bahkan menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan.” (Q.S. Al-Baqarah ayat 191)
Makna “fitnah” di sini luas, mencakup penindasan, kekacauan, hingga penyebaran keburukan yang merusak tatanan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa dampaknya bisa lebih berbahaya daripada kekerasan fisik.
Baca juga: 5 Bacaan Doa Melepas Keberangkatan Jemaah Haji yang Dianjurkan
4. Peringatan Hadis tentang Bahaya Lisan
Rasulullah SAW. juga memperingatkan bahwa banyak manusia terjerumus ke dalam dosa karena tidak menjaga lisannya.
“Bukankah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka di atas wajah mereka (atau hidung mereka) kecuali karena hasil dari lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa ucapan, termasuk menyebarkan fitnah atau berita yang tidak benar, dapat menjadi penyebab utama seseorang mendapatkan siksa di akhirat.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-MENGHINDARI-FITNAH-E5ERT43634.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.