Selasa, 12 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa ketika Lelah saat Beribadah Haji dan Umrah, Amalkan agar Tetap Kuat

Jemaah haji/umrah mengikuti rangkaian ibadah yang beragam di Tanah Suci, maka penting untuk menjaga kesehatan dengan senantiasa berdoa dan berusaha.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com
DOA SAAT LELAH - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Senin (11/5/2026). Jemaah haji/umrah mengikuti rangkaian ibadah yang beragam di Tanah Suci, maka penting untuk menjaga kesehatan dengan senantiasa berdoa dan berusaha. 
Ringkasan Berita:
  • Menjalani ibadah haji dan umrah membutuhkan kesiapan fisik dan mental karena jamaah kerap menghadapi cuaca panas, perjalanan jauh, serta aktivitas padat di Tanah Suci.
  • Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir agar diberi kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam beribadah.
  • Jamaah juga disarankan menjaga kesehatan dengan rutin minum air, memakai pelindung diri, menghindari terik matahari, dan mengenali gejala heatstroke.

TRIBUNNEWS.COM - Menjalani rangkaian ibadah haji dan umrah membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang tidak sedikit.

Aktivitas seperti tawaf, sai, berjalan kaki dalam jarak jauh, hingga beribadah di tengah cuaca panas di Tanah Suci kerap membuat jemaah merasa lelah dan kehabisan tenaga.

Dalam kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbanyak doa dan dzikir agar hati tetap tenang, tubuh diberi kekuatan, serta ibadah dapat dijalani dengan ikhlas dan penuh kesabaran.

Selain beristirahat dan menjaga kesehatan, memanjatkan doa juga menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberi kemudahan selama menjalankan ibadah.

Rasulullah SAW pun mengajarkan umatnya untuk selalu meminta pertolongan Allah dalam beribadah, termasuk ketika menghadapi rasa letih dan kesulitan.

Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa memohon kekuatan untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Nya.

Mengutip kitab Hisnul Muslim serta beberapa doa dalam Al-Qur’an dan hadis, berikut bacaan doa ketika jemaah merasa kelelahan saat melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umrah.

Doa Ketika Kelelahan Saat Beribadah Haji

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik.

Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Atau,

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

Rabbanā afrigh ‘alainā ṣabran wa tsabbit aqdāmanā.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan teguhkanlah langkah kami.”

Baca juga: Doa Mencium Hajar Aswad, Batu Hitam dari Surga yang Ada di Kabah

Tips Menghadapi Cuaca Panas saat Haji

Kementerian Haji dan Umrah membagikan tips bagi jemaah haji/umrah untuk menghadapi cuaca panas agar tetap bisa beribadah.

1. Minum air secara rutin

Saat menjalankan ibadah haji, tubuh akan lebih mudah kehilangan cairan karena cuaca panas, aktivitas yang padat, dan banyak berjalan kaki.

Karena itu, jamaah disarankan untuk tidak menunggu sampai merasa haus baru minum. Biasakan minum air sedikit demi sedikit tetapi sering agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Kurang minum dapat menyebabkan dehidrasi yang ditandai dengan bibir kering, pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Sebaiknya selalu membawa botol air minum sendiri, terutama saat berada di luar hotel atau saat mengikuti rangkaian ibadah di area terbuka.

2. Gunakan pelindung diri

Paparan sinar matahari di Tanah Suci bisa sangat menyengat, terutama pada siang hari.

Karena itu, jamaah dianjurkan menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, kacamata hitam, masker, atau sunscreen untuk membantu mengurangi dampak panas langsung ke tubuh dan kulit.

Penggunaan alas kaki yang nyaman juga penting agar kaki tidak mudah lecet atau terasa panas saat berjalan jauh. Dengan perlindungan yang cukup, tubuh akan lebih nyaman dan risiko kelelahan akibat cuaca ekstrem bisa dikurangi.

3. Batasi aktivitas di bawah terik matahari

Jika tidak ada keperluan mendesak, usahakan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 karena pada jam tersebut suhu biasanya sangat tinggi. 

Jamaah sebaiknya memilih waktu pagi atau malam hari untuk aktivitas tambahan seperti berbelanja atau berjalan-jalan.

Ketika harus keluar di siang hari untuk ibadah atau keperluan penting, usahakan beristirahat secara berkala di tempat teduh agar tubuh tidak terlalu lelah.

Mengatur tenaga selama ibadah haji sangat penting agar kondisi fisik tetap stabil hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

4. Kenali tanda heatstroke

Heatstroke atau serangan panas merupakan kondisi berbahaya yang bisa terjadi akibat tubuh terlalu lama terpapar suhu tinggi.

Gejalanya antara lain pusing, tubuh terasa sangat lemas, kulit panas dan kemerahan, sakit kepala, mual, hingga suhu tubuh meningkat tinggi.

Dalam kondisi yang lebih berat, seseorang bahkan bisa kehilangan kesadaran.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera cari tempat teduh atau ruangan ber-AC, minum air, dan minta bantuan petugas kesehatan.

Jangan memaksakan diri melanjutkan aktivitas karena heatstroke dapat membahayakan keselamatan jika tidak segera ditangani.

Hikmah Haji dan Umrah

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjelaskan bahwa haji dan umrah memiliki banyak hikmah yang sangat besar bagi kehidupan seorang muslim, baik dari sisi spiritual, akhlak, maupun hubungan sosial. 

Salah satu hikmah utamanya adalah sebagai bentuk ketaatan dan ketundukan total kepada Allah SWT. Seluruh rangkaian ibadah, mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah dilakukan semata-mata karena menjalankan perintah-Nya.

Seorang muslim rela meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan kenyamanan hidup demi memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci.

Melalui ibadah ini, umat Islam juga dilatih untuk menjaga ucapan, mengendalikan emosi, serta menjauhi perbuatan buruk sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang melarang berkata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan selama haji.

Selain menjadi bentuk ketaatan, haji dan umrah juga menjadi sarana pembersihan diri dari dosa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang menunaikan haji dengan ikhlas dan menjaga diri dari perbuatan maksiat akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Sementara umrah menjadi penghapus dosa di antara dua umrah yang dilakukan. Karena itu, banyak jamaah merasakan ketenangan hati dan semangat untuk memulai hidup yang lebih baik setelah pulang dari Tanah Suci.

Berbagai ujian selama ibadah, seperti cuaca panas, perjalanan panjang, dan padatnya jamaah, juga menjadi latihan kesabaran dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hikmah haji dan umrah berikutnya adalah menumbuhkan persaudaraan dan kesetaraan umat Islam. Saat mengenakan pakaian ihram, seluruh jamaah tampak sama tanpa perbedaan jabatan, kekayaan, suku, maupun bangsa. Semua berdiri sejajar di hadapan Allah SWT dengan tujuan ibadah yang sama.

Kondisi ini mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari kedudukannya, melainkan dari ketakwaannya. Pertemuan jutaan muslim dari berbagai negara juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa saling menghormati serta tolong-menolong antar sesama.

Selain itu, ibadah haji dan umrah mengajarkan pentingnya kesabaran dan pengendalian diri. Jamaah harus menghadapi berbagai tantangan fisik dan mental selama menjalankan ibadah. Dalam sa’i misalnya, umat Islam meneladani perjuangan Hajar yang dengan sabar mencari air untuk Nabi Ismail AS.

Dari peristiwa tersebut, seorang muslim belajar untuk tetap berikhtiar dan percaya bahwa pertolongan Allah akan datang pada waktunya. Kesabaran dan keikhlasan inilah yang kemudian membentuk karakter seorang muslim menjadi lebih kuat dan matang secara spiritual.

Haji dan umrah juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT. Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Baitullah, sehingga mereka yang diberi kesempatan akan merasakan nikmat iman dan Islam yang luar biasa besar.

Saat melihat Ka’bah dan menyaksikan jutaan manusia beribadah bersama dengan penuh kerendahan hati, muncul kesadaran bahwa manusia hanyalah hamba yang lemah di hadapan Allah SWT.

Karena itu, hikmah haji dan umrah tidak berhenti setelah ibadah selesai, tetapi diharapkan terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang lebih baik, lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved