Bacaan Doa
Doa untuk Orang yang Titip Doa saat Haji agar Dikabulkan Allah SWT
Jemaah haji/umrah yang dititipi doa oleh keluarga/teman dapat memanjatkan doa tambahan agar Allah SWT mengabulkan doa mereka.
Selain memilih waktu, keadaan seseorang juga berpengaruh. Doa dianjurkan ketika hujan turun, saat sedang berpuasa, setelah melaksanakan salat wajib, serta di antara azan dan iqamah.
“Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi)
Pada kondisi-kondisi ini, hati manusia biasanya lebih tenang dan lebih dekat kepada Allah, sehingga doa lebih mudah dikabulkan.
3. Menghadap kiblat saat berdoa
Ketika berdoa, seorang muslim dianjurkan menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan dan kesungguhan kepada Allah. Selain itu, dianjurkan mengangkat kedua tangan sebagai tanda ketundukan.
Setelah selesai berdoa, disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangan sebagai penutup doa yang penuh adab.
“Apabila Rasulullah mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusap wajahnya dengan keduanya.” (HR. Muslim)
4. Tidak meninggikan suara (berdoa dengan lembut)
Doa sebaiknya tidak diucapkan dengan suara keras, tetapi cukup dengan suara pelan dan penuh kelembutan. Hal ini mencerminkan sikap rendah hati, ketenangan, dan rasa tunduk kepada Allah.
Doa yang lirih juga lebih membantu seseorang untuk lebih fokus dan khusyuk.
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Surat Al-A’raf: 55)
5. Tidak berlebihan dalam susunan kata atau sajak
Dalam berdoa, seseorang tidak dianjurkan memaksakan kata-kata yang terlalu indah atau berbentuk sajak berlebihan.
Rasulullah SAW bersabda: “Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” (HR. Abu Dawud)
Hal ini karena doa bukanlah ajang untuk beretorika, tetapi sarana komunikasi yang jujur antara hamba dengan Tuhannya. Yang terpenting adalah ketulusan, bukan keindahan kata.
6. Hati yang khusyuk dan penuh kerendahan diri
Doa harus dilakukan dengan hati yang benar-benar hadir, tidak lalai, serta penuh rasa rendah diri di hadapan Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan.” (HR. Ad-Dailami)
Seorang hamba harus merasakan bahwa dirinya lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah, disertai rasa takut sekaligus harap kepada-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-JEMAAH-HAJI-34234233.jpg)