Idul Adha 2026
Cara Masak Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Alot, Ini Tips Lengkapnya
Secara ilmiah, daging kurban memiliki tekstur yang lebih keras karena mengalami proses rigor mortis setelah hewan disembelih.
Ringkasan Berita:
- Daging kurban perlu diolah dengan teknik yang tepat agar tidak alot dan tetap empuk saat dimasak.
- Menurut Departemen Ilmu Gizi Universitas IPB, penggunaan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas efektif membantu melunakkan daging.
- Teknik seperti diamkan daging sebelum dimasak, slow cooking, dan memotong melawan serat dapat meningkatkan hasil masakan daging kurban.
TRIBUNNEWS.COM - Ibadah kurban merupakan salah satu amalan penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha.
Pada tahun 2026, Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, di mana umat Islam menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus berbagi kepada sesama.
Hewan yang dikurbankan umumnya berupa kambing, sapi, atau unta yang memenuhi syarat syariat.
Daging kurban sendiri adalah bagian dari hewan sembelihan yang kemudian diolah menjadi berbagai hidangan khas, mulai dari gulai, sate, rendang, hingga sop.
Namun, mengolah daging kurban tidak bisa dilakukan sembarangan karena teksturnya cenderung lebih padat dan bisa menjadi alot jika tidak diolah dengan teknik yang tepat.
Dalam Islam, kurban berasal dari kata qurban yang berarti “dekat”, yaitu sebuah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dikutip dari baznas.go.id.
Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban juga bermakna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan seorang hamba.
Kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga simbol spiritual yang sangat dalam.
Ia mengajarkan umat Islam untuk menyingkirkan sifat egois dan menggantinya dengan keikhlasan.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi dasar utama ibadah ini, yang menunjukkan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 37:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Baca juga: Tempat Terbaik Untuk Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha
Artinya, esensi kurban bukan pada dagingnya, tetapi pada ketakwaan dan niat yang tulus.
Namun, setelah kurban dibagikan, masyarakat juga dituntut untuk mengolahnya dengan benar agar manfaatnya benar-benar optimal.
Secara ilmiah, daging kurban memiliki tekstur yang lebih keras karena mengalami proses rigor mortis setelah hewan disembelih.
Karena itu, daging sebaiknya tidak langsung dimasak, melainkan didiamkan terlebih dahulu minimal 4–6 jam agar struktur ototnya melunak.
Menurut penjelasan Departemen Ilmu Gizi Universitas IPB, Reisi Nurdiani, MSi, proses memasak juga memengaruhi kandungan nutrisi daging.
Memasak dengan suhu tinggi memang dapat mengurangi sebagian protein, tetapi justru membuatnya lebih mudah dicerna tubuh.
Sementara kandungan mineral seperti zat besi relatif tetap stabil meski dimasak.
Ia menyarankan penggunaan bahan-bahan alami sebelum proses memasak.
Menurutnya, metode ini efektif membantu melunakkan serat daging sekaligus mempercepat proses pemasakan.
Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk
Agar hasil masakan daging kurban tidak keras dan tetap lezat, ada beberapa teknik yang bisa diterapkan.
Mengutip dari https://www.ipb.ac.id/, berikut beberapa teknik yang bisa diterapkan:
1. Diamkan Daging Sebelum Dimasak
Jangan langsung memasak daging setelah dipotong.
Diamkan beberapa jam agar proses alami pada jaringan otot selesai, sehingga tekstur lebih stabil dan tidak alot saat dimasak.
2. Gunakan Bahan Pengempuk Alami
Bahan alami seperti daun pepaya dan nanas sangat efektif untuk melunakkan daging.
Daun pepaya mengandung enzim papain yang membantu memecah serat protein daging.
Nanas mengandung enzim bromelain yang bekerja lebih cepat dalam melunakkan tekstur daging sekaligus memberi aroma segar.
3. Masak dengan Teknik Slow Cooking
Untuk bagian daging yang berserat keras seperti paha atau betis, gunakan metode perebusan lama atau slow cooking.
Bisa juga menggunakan panci presto agar proses lebih cepat namun tetap empuk.
4. Potong Melawan Arah Serat
Teknik sederhana ini sering diabaikan.
Memotong daging berlawanan arah serat akan membuat tekstur lebih lembut saat dikunyah dan lebih mudah matang merata.
5. Jangan Masak dengan Api Terlalu Besar
Memasak dengan suhu tinggi sejak awal justru membuat daging mengeras.
Gunakan api sedang agar proses pemasakan lebih stabil dan merata.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengolah Daging Kurban
Banyak orang gagal mendapatkan hasil masakan yang empuk karena beberapa kesalahan berikut:
- Langsung memasak daging tanpa proses pelunakan terlebih dahulu
- Menggunakan api besar dari awal proses memasak
- Tidak membersihkan daging dengan benar sehingga masih ada sisa darah atau kotoran
- Membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang tanpa penyimpanan yang baik
- Tidak menyesuaikan bumbu dengan jenis masakan, sehingga aroma kurang seimbang
Kesalahan-kesalahan ini sering membuat hasil akhir daging menjadi alot, berbau, atau kurang nikmat.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Daging Kurban dan Idul Adha 2026
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penyembelihan-Hewan-Kurban-di-Masjid-Agung-Sunda-Kelapa_20260527_140834.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.