Minggu, 31 Mei 2026

Idul Adha 2026

Apakah Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi? Ini Penjelasan Medis

Di tengah masyarakat, beredar anggapan bahwa daging kambing bersifat “panas” dan dapat langsung menyebabkan tekanan darah meningkat. 

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
DAGING KAMBING - Pedagang merawat hewan ternak kambing di kios hewan kawasan Buaran, Jakarta Timur, Kamis, (9/6/2022).Di tengah masyarakat, beredar anggapan bahwa daging kambing bersifat “panas” dan dapat langsung menyebabkan tekanan darah meningkat. Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Daging kambing tidak terbukti secara ilmiah menyebabkan darah tinggi, melainkan lebih dipengaruhi oleh pola makan, porsi konsumsi, dan cara pengolahannya.
  • Daging kambing memiliki kandungan protein dan zat besi tinggi dengan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan beberapa daging merah lain.
  • Risiko hipertensi lebih sering muncul akibat pengolahan yang tidak sehat dan konsumsi berlebihan, seperti penggunaan garam, minyak, dan lemak dalam jumlah tinggi.

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang identik dengan ibadah kurban, yaitu penyembelihan hewan seperti kambing, sapi, atau domba sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial. 

Pada tahun 2026, Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026. 

Pada momen ini, masyarakat biasanya menerima dan mengolah daging kurban, termasuk daging kambing yang dikenal memiliki aroma khas dan cita rasa yang kuat.

Daging kambing sendiri merupakan salah satu sumber protein hewani yang cukup populer dan memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, zat besi, dan sejumlah mineral penting. 

Namun, di sisi lain, masyarakat juga sering mengaitkannya dengan istilah “darah tinggi” atau hipertensi, yaitu kondisi ketika tekanan darah dalam arteri berada di atas batas normal dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serta gangguan pembuluh darah.

Di tengah masyarakat, beredar anggapan bahwa daging kambing bersifat “panas” dan dapat langsung menyebabkan tekanan darah meningkat. 

Namun, persepsi ini lebih banyak berasal dari kepercayaan turun-temurun dibandingkan bukti ilmiah yang kuat. 

Padahal, secara medis, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa daging kambing secara langsung menjadi penyebab hipertensi

Justru, yang lebih berpengaruh terhadap tekanan darah seseorang adalah pola makan secara keseluruhan, termasuk cara pengolahan dan jumlah konsumsi daging tersebut.

Secara ilmiah, daging kambing atau chevon merupakan salah satu jenis daging merah yang cukup banyak dikonsumsi di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah dan Asia. 

Menariknya, dalam porsi yang sama, daging kambing memiliki sekitar 258 kalori, sedikit lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang berada di kisaran 217 kalori, dikutip dari https://bandarharjo.semarangkota.go.id/.

Baca juga: Cara Membedakan Daging Sapi dan Kambing dengan Mudah, Ini Ciri-Cirinya

Namun, keunggulan daging kambing terletak pada kandungan lemaknya yang relatif lebih rendah serta kandungan protein dan zat besinya yang cukup tinggi, sehingga sering dianggap sebagai alternatif daging merah yang lebih sehat jika dibandingkan jenis lainnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa daging kambing memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga kestabilan detak jantung, mendukung pembentukan hemoglobin untuk mencegah anemia, serta mengandung selenium yang berperan sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh. 

Selain itu, kandungan lemak jenuhnya yang lebih rendah dibandingkan daging sapi dan domba membuatnya relatif lebih ramah bagi kesehatan jantung apabila dikonsumsi secara wajar.

Namun demikian, nilai gizi daging sangat dipengaruhi oleh faktor lain seperti jenis ternak, cara pemeliharaan, dan proses pengolahan. 

Ternak yang dipelihara secara alami dengan sistem penggembalaan cenderung menghasilkan daging dengan kandungan lemak lebih rendah dibandingkan sistem penggemukan intensif. 

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas daging tidak hanya ditentukan oleh jenis hewannya, tetapi juga bagaimana hewan tersebut dibesarkan dan diolah.

Apakah Daging Kambing Penyebab Darah Tinggi?

Hasil studi menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing dalam pola makan yang seimbang tidak memberikan dampak signifikan terhadap tekanan darah maupun profil lemak, terutama pada individu dengan hipertensi ringan, dikutip dari ipb.ac.id.

Dengan kata lain, daging kambing bukanlah penyebab utama tekanan darah tinggi.

Sebaliknya, para ahli kesehatan menekankan bahwa penderita hipertensi lebih perlu membatasi konsumsi daging merah yang sudah diproses dan tinggi lemak jenuh, bukan semata-mata menghindari daging kambing

Dalam hal ini, cara pengolahan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan jenis daging itu sendiri.

Metode memasak seperti menggoreng dengan minyak berlebih, menambahkan garam dalam jumlah tinggi, atau menggunakan saus berlemak justru dapat mengubah daging yang awalnya sehat menjadi makanan yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi

Karena itu, cara memasak yang lebih sehat seperti merebus, memanggang tanpa lemak berlebih, atau mengolah dengan bumbu alami lebih dianjurkan.

Selain itu, porsi konsumsi juga menjadi faktor penting. Mengonsumsi daging merah, termasuk daging kambing, secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja sistem kardiovaskular. 

Oleh sebab itu, keseimbangan dalam pola makan tetap menjadi kunci utama, terutama bagi individu yang memiliki riwayat hipertensi atau masalah jantung.

Dengan pemahaman yang tepat, daging kambing seharusnya tidak lagi dipandang sebagai 'biang kerok' tekanan darah tinggi, melainkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang dapat dikonsumsi secara bijak dalam pola makan sehat dan seimbang.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Daging Kambing dan Darah Tinggi

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved