Pendiri Startup Picu Perdebatan Usai Sebut Kerja Kantor Lebih Produktif daripada Remote
Pendiri startup Bridger Pennington memicu perdebatan setelah mengklaim bahwa bekerja di kantor lebih produktif dibandingkan kerja remote.
Ringkasan Berita:
- Pendiri startup Bridger Pennington memicu perdebatan setelah mengklaim bahwa bekerja di kantor lebih produktif dibandingkan kerja remote.
- Banyak pengusaha dan pekerja remote membantah pernyataannya dengan menunjukkan bahwa perusahaan mereka tetap sukses meski seluruh tim bekerja dari rumah.
- Perdebatan ini kembali menyoroti perbedaan pandangan antara karyawan dan atasan mengenai arti produktivitas di tempat kerja.
TRIBUNNEWS.COM - Pendiri serial startup, Bridger Pennington, mengarahkan kameranya ke sebuah kantor yang masih dipenuhi karyawan yang bekerja pada Jumat sore untuk membuktikan pendapatnya bahwa bekerja langsung di kantor lebih produktif.
"Saya sering mendapat banyak kritik, tetapi saya sangat percaya pada kerja secara langsung di kantor," tulis Pennington di akun Threads miliknya yang telah memperoleh ribuan reaksi.
"Kalian bisa melihat waktunya, tepat pukul lima sore, dan semua orang masih bekerja."
Mengutip Fortune, pendiri startup Fund Launch dan Ugly Unicorn yang berbasis di Utah, AS itu menjelaskan bahwa meskipun perusahaannya menawarkan berbagai insentif agar karyawan bekerja di kantor—termasuk makan malam gratis bagi mereka yang tetap bekerja setelah pukul 19.00—ia masih menerima kritik karena tidak mengizinkan kerja jarak jauh (remote).
"Coba saja terapkan itu di startup kalian. Silakan. Semoga berhasil," katanya kepada para pengkritik.
"Saya berani bertaruh, Susan atau Joe yang bekerja remote pada Selasa sore, 30 persen waktunya digunakan untuk belanja kebutuhan rumah, mengantar anjing ke dokter hewan, atau menghadiri pertunjukan tari anak mereka. Mereka tidak bekerja, tetapi tetap dibayar penuh."
Internet Membalas
Video tersebut diberi keterangan bahwa siapa pun yang tidak setuju dengannya sebaiknya mendirikan perusahaan sendiri. Namun banyak pendiri perusahaan lain justru datang ke kolom komentarnya dan mengatakan bahwa mereka memang memiliki perusahaan sendiri—dan bisnis mereka yang menerapkan sistem remote berkembang dengan baik.
"Saya melihat ini sementara tim saya membantu menjalankan perusahaan yang sukses dari tempat tidur atau pantai, bahkan dari berbagai benua," tulis seorang pengguna yang mengaku menjalankan perusahaan dengan seluruh tim perempuan yang bekerja secara remote.
"Tidak ada absensi. Tidak ada izin khusus. Saya bahkan memberi cuti berbayar saat menstruasi karena bekerja di bawah lampu kantor pada hari kedua bukanlah hal yang menyenangkan," ujarnya.
"Biaya penitipan anak mereka juga saya tanggung."
Pengguna lain menambahkan:
Baca juga: Airlangga: Kebijakan WFH Sukses Turunkan Konsumsi Pertalite
"Saya memang menjalankan perusahaan sendiri. Semua karyawan saya bekerja remote dan sangat rajin."
Sebagian orang juga menyoroti rating Glassdoor Fund Launch yang hanya mencapai 3,1 bintang sebagai indikasi bahwa tidak semua karyawan perusahaan tersebut merasa puas dengan budaya kerja dan kebijakan masuk kantor.
Sementara itu, para pekerja remote berargumen bahwa mereka justru lebih produktif ketika bekerja dari rumah dan menilai pandangan Pennington mencerminkan gaya kepemimpinan yang terlalu mengawasi karyawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/program-wfh-hotel-harris-samarinda-selama-pandemi-diminati_20201123_155159.jpg)