Rabu, 10 Juni 2026

Amerika Tambah Bahan Sunscreen Baru, Diklaim Lebih Efektif Melawan Sinar UV

FDA resmi menyetujui bemotrizinol sebagai bahan baru dalam tabir surya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
KECANTIKAN - Ilustrasi seorang wanita memakai sunscreen. FDA resmi menyetujui bemotrizinol sebagai bahan baru dalam tabir surya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. 

Ringkasan Berita:
  • FDA resmi menyetujui bemotrizinol sebagai bahan baru dalam tabir surya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. 
  • Bahan ini mampu memberikan perlindungan luas terhadap sinar UVA dan UVB serta lebih stabil dibandingkan banyak filter kimia yang ada saat ini. 
  • Produk sunscreen yang mengandung bemotrizinol diperkirakan mulai dijual di Amerika Serikat sebelum akhir tahun 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Selasa (9/6/2026) memperluas daftar bahan yang diizinkan untuk digunakan dalam tabir surya dengan menambahkan senyawa kimia bemotrizinol.

Mengutip NBC News, perubahan ini telah lama dinantikan karena bemotrizinol sudah populer digunakan di Eropa, Australia, dan beberapa negara Asia.

Keputusan tersebut juga menjadi momen penting karena merupakan pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun FDA mengizinkan senyawa baru masuk ke dalam daftar bahan tabir surya yang disetujui.

Mengapa banyak pihak menyambutnya?

Bemotrizinol merupakan penyaring sinar ultraviolet (UV), yaitu zat yang berfungsi menghalangi sinar UV berbahaya dari matahari.

Agar bekerja secara optimal, penyaring UV harus bersifat broad-spectrum atau mampu melindungi dari sinar UVA dan UVB sekaligus. Menurut American Academy of Dermatology, sinar UVA menyebabkan penuaan kulit dan kerutan, sedangkan sinar UVB menyebabkan kulit terbakar akibat paparan matahari. Keduanya juga berkontribusi terhadap risiko kanker kulit, menurut Skin Cancer Foundation.

Penyaring UV pada tabir surya umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu mineral dan kimia. Tabir surya mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide mampu melindungi dari sinar UVA dan UVB, tetapi sering meninggalkan lapisan putih pada kulit.

Baca juga: Hujan Bukan Alasan Skip Sunscreen, Ini Kesalahan yang Diam-diam Bikin Kulit Cepat Menua

Sementara itu, penyaring kimia yang saat ini tersedia di Amerika Serikat umumnya hanya melindungi dari salah satu jenis sinar, baik UVA maupun UVB. Karena itu, produsen biasanya mencampurkan beberapa bahan sekaligus untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh.

Selain itu, tabir surya kimia juga dapat terurai saat terkena sinar matahari sehingga perlu diaplikasikan ulang secara berkala.

Bemotrizinol memiliki keunggulan karena mampu memberikan perlindungan broad-spectrum sekaligus lebih stabil, sehingga tidak mudah terurai ketika terpapar sinar matahari.

FDA juga menyebut bahwa tingkat penyerapan bemotrizinol ke dalam tubuh tergolong rendah. Sebelumnya, terdapat kekhawatiran bahwa beberapa bahan tabir surya lain dapat masuk ke aliran darah, meskipun dampak kesehatannya masih belum jelas.

Environmental Working Group (EWG), organisasi yang mendorong regulasi tabir surya yang lebih ketat, menyambut baik keputusan FDA tersebut. Organisasi itu menilai bemotrizinol menawarkan perlindungan yang lebih baik, terutama terhadap sinar UVA.

"Ini adalah hari yang luar biasa bagi konsumen Amerika dan semua pihak yang telah berjuang meningkatkan pilihan tabir surya serta menutup kesenjangan perlindungan terhadap sinar UVA pada produk sunscreen di Amerika Serikat," kata David Andrews, Kepala Ilmuwan EWG, dalam sebuah pernyataan.

Menurut produsen bahan tersebut, DSM-Firmenich, produk tabir surya yang mengandung bemotrizinol diperkirakan mulai tersedia di pasaran sebelum akhir tahun ini.

(*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved