Jangan Lengah, Pahami 5 Bahaya Sinar Ultraviolet bagi Kulit
Bahaya sinar ultraviolet (UV) bagi kulit tidak boleh diabaikan. Ini bisa saja menyebabkan iritasi kulit, kulit terbakar, hingga kanker kulit.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bahaya sinar ultraviolet (UV) bagi kulit tidak boleh diabaikan.
Sebab hal yang tampak sepele ini bisa saja menyebabkan iritasi kulit, kulit terbakar, hingga terjadinya kanker kulit.
Baca juga: Inovasi Perlindungan Kulit Radiasi Sinar UV Menggunakan Krim Tabir Surya yang Sesuai Jenis Kulit
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis dermatologi venerologi estetika RS Pondok Indah – Bintaro Jaya,dr. Irwan Saputra Batubara, Sp.D.V.
Ia menjelaskan jika sinar UV merupakan radiasi dari matahari yang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Ultraviolet A (UVA), UVB, dan UVC.
"Di antara ketiganya, hanya sinar UVA dan UVB yang mencapai permukaan bumi. Sinar UV memang bermanfaat untuk membentuk vitamin D di dalam tubuh. Namun, paparan yang berlebihan justru bisa berdampak buruk pada kesehatan," kata dr Irwan pada keterangannya, Rabu (11/6/2025).
Paparan sinar UV umumnya paling kuat terjadi antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.
Khususnya di Indonesia, intensitas sinar UV tergolong tinggi hampir sepanjang tahun, sehingga risiko tubuh terpapar secara berlebih juga cukup besar.
Inilah alasan mengapa penting untuk memahami bahaya sinar UV bagi kulit dan bagaimana cara melindungi diri dari dampaknya.
Lebih lanjut, dr Irwan menjelaskan jika ada 5 bahaya sinar UV bagi kulit.
"Paparan sinar UV dapat memberikan dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan. Berikut ini adalah beberapa bahaya sinar UV bagi kulit jika terpapar secara berlebihan," imbuhnya.
1. Kulit Terbakar
Paparan sinar UV, khususnya UVB secara berlebih akan merusak sel kulit.
Kerusakan sel kulit ini kemudian mengaktifkan sistem pertahanan tubuh dengan meningkatkan aliran darah ke lokasi yang terdampak.
Reaksi sistem pertahanan tubuh ini akan menyebabkan kulit terlihat lebih merah, yang dikenal dengan ruam kulit karena terbakar sinar matahari (sunburn).
Selain ruam kulit, paparan sinar UV secara berlebih dapat menyebabkan keluhan berupa gatal, nyeri, atau kulit terasa panas saat disentuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paparan-sinar-ultraviolet-uv-di-kulit-kita-bisa-mengakibatkan.jpg)