Minggu, 31 Agustus 2025

Bursa Capres

Puan Maharani Blak-blakan Bicara Capres PDIP, Sempat Berdebar-debar hingga Tak Kuasa Tahan Air Mata

Menurut Puan, Megawati sudah mengantongi nama yang akan dipilih. Siapapun yang dipilih ketua umum merupakan keputusan terbaik.

KOMPAS TV
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di program Rosi KOMPAS TV, Kamis (12/1/2023). Puan tak kuasa menahan air mata saat menceritakan perjuangannya untuk membuktikan perempuan bukan kaum yang lemah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri belum mengumumkan calon presiden (capres) yang diusung partainya pada Pilpres 2024.

Dalam pidato perayaan HUT ke-50 PDIP, Megawati pun sempat menyebut penunjukan capres itu menjadi hak penuh seorang ketua umum.

"Iya dong kan, mesti keren kan. Saya ketua umum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai. Maka oleh kongres partai diberikan lah, ketum terpilih hak prerogratif siapa yang akan dicalonkan."

Baca juga: Disebut Punya Darah Biru dan Berhak dapat Tiket Khusus Jadi Capres PDIP, Ini Tanggapan Puan Maharani

"Saiki nunggin, enggak ada, ini urusan gue," ujar Megawati saat HUT PDIP yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan, Megawati memiliki pertimbangan tersendiri dalam mendeklarasikan capres dari PDIP.

Menurut Puan, meski di acara HUT PDIP tidak ada pengumuman capres, tetapi Megawati sudah memiliki nama capres yang akan dideklarasikan.

"Pasti adalah nama yang sudah di kantong Bu Mega," ujar Puan ekslusif di program Rosi KOMPAS TV, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: Ditanya soal Privilege Jadi Anak Megawati, Puan: Sebagai Ketua Umum PDIP, Ibu Berbeda Sekali

Puan mengakui, dalam acara tersebut, seluruh kader menunggu pengumuman nama capres. Termasuk dirinya.

Apalagi, saat itu dalam pidatonya, Megawati menjabarkan tentang pemimpin-pemimpin perempuan.

Di momen itu, Puan mengaku sempat berdebar-debar. Jangan-jangan namanya yang akan disebut Ketua Umum Megawati.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam program ROSI Kompas TV 'Viral Pidato Mega Dianggap Hina Preside', Kamis (12/1/2022) malam.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam program ROSI Kompas TV 'Viral Pidato Mega Dianggap Hina Preside', Kamis (12/1/2022) malam. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

"Tadi sudah deg-degan siapa ini yang mau disebut, kok perempuan terus yang disebut ya. Ternyata nggak ada yang disebut," ujar Puan.

Ketua DPR ini menilai, banyak yang beranggapan dirinyalah nanti yang akan dipilih oleh sang Ketua Umum partai berlambang banteng hitam bermoncong putih itu.

Faktornya, karena kedekatan ibu dan anak. Pun, melanjutkan keinginan Megawati agar ada pemimpin perempuan.

Menurut Puan, anggapan tersebut tidak benar. Bahkan, sebagai seorang anak saja, dirinya merasa tidak tahu siapa yang akan diputuskan oleh Megawati.

"Jadi enggak semua hal itu saya tahu. Ibu Mega itu betul-betul sangat rasional, bagaimana memilih kader terbaiknya untuk menjadi pemimpin. Bukan hanya pemimpin nasional, tapi pemimpin di daerah dan tempat lain," ujar Puan.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan