Pilpres 2024
Di Tengah Isu Airlangga Cawapres, Prabowo Sebut Cak Imin Kawan Sejati
Prabowo Subianto menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai kawan sejati.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai kawan sejati.
Prabowo mengaku sudah lama tak berjumpa dengan Muhaimim Iskandar di tengah konstelasi politik yang menghangat beberapa hari terakhir ini.
Apalagi, belakangan muncul isu soal Prabowo yang bakal diduetkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Pilpres 2024.
Hal itu disampaikan Prabowo usai menggelar pertemuan dan halal bi halal dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Rumah Kertanegara IV, Jakarta, Jumat (28/4/2023) sore. Hadir pula dalam pertemuan itu jajaran elite Partai Gerindra dan elite PKB.
"Kita sudah cukup lama ya nggak jumpa ya? Berapa? Ada 10 hari? 2 minggu," ungkap Prabowo.
Baca juga: Bahas Nasib Koalisi Bersama Cak Imin dan Elite PKB, Prabowo: Kami Sangat Solid
"Kalau untuk kawan sejati itu, 2 minggu lama kalau nggak ketemu," sambung dia.
Prabowo pun berterima kasih kepada Cak Imin dan jajaran elite PKB yang berkenan hadir dalam silahturahmi dan halal bi halal Idul Fitri.
"Saya bersama kawan-kawan dari Partai Gerindra menerima kehormatan dari Pak Muhaimin Iskandar dengan semua kawan-kawan pimpinan dari Partai Kebangkitan Bangsa, mereka datang untuk halal bi halal untuk mengucapkan terimakasih ini kehormatan besar," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga menjelaskan pertemuannya dengan Prabowo dan elite Gerindra merupakan momentum halalbihalal untuk saling memaafkan.
"Saling memaafkan, saling merelakan, berbagai kekurangan kami masing-masing selama bersama-sama dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR)," jelas Cak Imin.
Baca juga: Andre Rosiade Debat Lawan Adian Soal Elektabilitas Prabowo dan Ganjar di Survei Poltracking
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai persoalan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) bisa menjadi kendala terbentuknya wacana koalisi besar.
Koalisi besar ini disebut-sebut adalah gabungan dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
KKIR merupakan bentukan dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Baca juga: Cawapres Potensial, Erick Thohir Kuatkan Elektabilitas Ganjar Pranowo Maupun Prabowo Subianto
Sementara KIB adalah bentukan dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.