Minggu, 31 Agustus 2025

Pemilu 2024

Pesan Jokowi Jelang Pemilu 2024, Sebut Situasi Makin Panas, Minta yang Kalah Tak Ganggu yang Menang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal situasi di tahun politik yang mulai memanas.

Penulis: Rifqah
Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal situasi di tahun politik yang mulai memanas. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam pidatonya di Rakernas DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), di Lapangan Benteng, Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (19/8/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal situasi di tahun politik yang mulai memanas.

Jokowi menyebut, situasi politik yang mulai memanas justru dari pihak kawan.

"Situasi di tahun politik ini sudah cenderung menghangat, agak memanas tapi belum panas," ungkapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (22/8/2023).

"Dan repotnya, yang sudah panas itu justru antar kawan sendiri. Sudah mulai saling panas memanasi," imbuhnya.

Karena itu, ia pun berpesan pada peserta Pemilihan Umum (Pemilu) agar pihak yang menang mengajak pihak yang kalah untuk saling membantu.

Apabila pihak yang kalah tak bisa membantu, lanjut Jokowi, diharapkan tak akan menganggu pihak yang menang.

"Karena pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah, sebaiknya yang menang memang mengajak yang kalah untuk membantu."

"Kalau tidak bisa membantu, sebisa mungkin jangan menganggu," pungkas Jokowi.

Baca juga: Jadi Pilihan Jokowi, Erick Thohir Disebut Cawapres Terkuat

Kata Pengamat

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menjelaskan maksud dari pesan Jokowi mengenai yang menang harus mengajak yang kalah.

Hal tersebut merupakan pesan politik kebangsaan yang mempunyai prinsip politik gotong royong.

"Saya kira, ini adalah pesan politik kebangsaan yang disampaikan Jokowi bahwa politik kita itu sebenarnya secara prinsip adalah politik gotong royong," ungkapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal situasi di tahun politik yang mulai memanas.
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal situasi di tahun politik yang mulai memanas. (Kompas.com/Nirmala)

Di mana, kata Adi, ada waktunya berkompetisi dan bersaing, tetapi setelah Pemilu usai, maka saling berangkulan.

Dikatakan Adi, hal tersebut bisa dicontoh dari hubungan Jokowi dan Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menjadi rival sebanyak dua kali di Pemilihan Presiden (Pilpres).

Tetapi, Jokowi tetap menjadikan Prabowo sebagai partner hingga menjabat Menteri Pertahanan sampai sekarang.

"Adakalanya berkompetisi, adakalanya bersaing, tapi setelah Pemilu usai maka saling berangkulan."

"Semacam istilah politik yang pernah dipraktikkan Jokowi pada 2019 lalu, di mana menjadikan Prabowo Subianto yang menjadi rival 2 (dua) kali di Pilpres, menjadi partner bahkan menjadi Menteri Pertahanan," jelasnya.

Baca juga: Kejagung Tidak Usut Laporan Korupsi Cegah Jadi Alat Politik: Capres Hingga Caleg Aman Usai Pemilu

"Ini kan pesan politik kebangsaan, karena secara prinsip, elite-elite politik kita, baik di partai ataupun yang berkompetisi satu sama lain adalah kenal baik dan bahkan menjadi teman lama," sambung Adi.

Adi meminta agar politik dapat dimaknai biasa-biasa saja, jangan memaknainya seperti perang agama hingga seakan-akan berebut surga dan neraka.

Ia menegaskan di Indonesia, politik yang berlaku adalah politik perkawanan.

"Politik kebangsaan inilah yang sebenarnya, bahwa maknai politik itu biasa-biasa saja, jangan makai politik itu seperti perang agama, perang antar suku, dan seakan-akan berebut surga dan neraka," urainya.

"Poltik kita itu adalah politik perkawanan, hari ini berteman, besok bisa jadi lawan. Hari ini lawan, besok menjadi sahabat," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Rifqah)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan