Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

PAN Dorong Koalisi Indonesia Maju Izin ke PDIP Jika Gibran Jadi Cawapres Prabowo

KIM juga diminta memastikan sikap Gibran terkait status anggotanya di PDIP jika hendak meminangnya sebagai cawpres Prabowo.

Penulis: Reza Deni
Kolase Tribunnews.com
(Kiri) Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan (Kanan) Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong Koalisi Indonesia Maju (KIM) berkomunikasi dan meminta izin ke PDIP jika benar mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2024. 

"Untuk Cawapres pak Prabowo nanti akan diumumkan setelah para Ketua Umum berkumpul. Nama (Cawapres) akan keluar dalam forum Ketua umum," kata Andre di Jakarta, Kamis, (19/10/2023).

Sebelumnya Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan ciri-ciri Cawapres yang akan dipilih mendampingi Prabowo Subianto oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ciri ciri tersebut disampaikan Muzani melalui pantun.

Baca juga: Isu Gibran Gabung ke Partai Golkar, Airlangga: Komunikasi Sudah Ada

"Indonesia negeri yang kaya 

Penduduknya berjuta-juta

Kita ingin Indonesia jaya

Prabowo dan anak muda jawabannya," ujar Muzani membacakan pantun.

Selanjutnya, Muzani pun membacakan pantun kedua dengan memberikan kisi-kisi yang lain. Kali ini, anak buah Prabowo itu mengungkap sosok cawapres Prabowo berpengalaman di pemerintahan.

"Beli pisang sambil sepedaan

Pulangnya mampir stasiun balapan

Cawapres Prabowo akan segera diumumkan Dia sosok berpengalaman di pemerintahan," kata Muzani membacakan pantun kedua, Rabu kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai bahwa ciri-ciri Cawapres yang akan dipilih untuk mendampingi Prabowo tersebut mengarah ke Gibran. Pasalnya dalam penggalan puisi terdapat kata "stasiun balapan".

"Karena ada Stasiun Balapan saya perkirakan ke Gibran," katanya. 

Terkait sosok Gibran, Kunto menyampaikan bahwa Wali Kota Solo itu memiliki kekuatan di ketokohan Jokowi. Selain itu, menurutnya, Gubran juga bisa membawa basis pemilih dari Jawa Tengah (Jateng), khususnya Solo.

Namun, dia menambahkan, salah memilih cawapres justru bisa berpotensi menurunkan elektabilitas Prabowo nantinya. 

"Cawapres kalau pun menambah suara sedikit, tidak menentukan. Tapi, salah menentukan cawapres bisa menurukan elektabilitas, bukan menambah," tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan