Pilpres 2024
Ketika Siti Atikoh Ganjar Serap Aspirasi Soal Program ke Depan Bagi Perempuan Agar Jadi Tiang Negara
Istri calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti mengingatkan soal pentingnya peran seorang perempuan.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Istri calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti mengingatkan soal pentingnya peran seorang perempuan, terlebih dalam rumah tangga.
Pasalnya, dia menyebut jika perempuan memiliki peran menjadi tiang negara.
Hal itu disampaikan Atikoh saat acara Silahturami Perempuan Nahdliyin se-Kabupaten Ciamis di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ciamis, Jawa Barat, Selasa (5/12/2023).
Awalnya, Atikoh membuka dialog dengan para perempuan Nahdliyin yang hadir.
Baca juga: Soal IKN Nusantara, Bagaimana Sikap Tim Ganjar-Mahfud?
Seorang perempuan Nahdliyin bernama Ais, berstatus sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) bertanya kepada Atikoh perihal jika nanti menjadi ibu negara mendampingi Ganjar, program apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan perempuan menjadi tiang negara dan ssbagai pendidik pertama dalam rumah.
"Pertanyaan saya adalah program yang ibu sampaikan nanti terkait dengan paparan bahwa wanita itu sebagai tiang negara bahwa wanita itu sebagai pendidik pertama dalam keluarga?" tanya Ais ke Atikoh.
Merespons hal itu, Atikoh menyampaikan, memang tak ada rumus pasti ketika sudah menjadi ibu negara.
Baca juga: Dapat Keluhan dari Tukang Ojek di Papua, NTT dan Balikpapan Soal Pembatasan BBM, Ganjar: Ironi
Untuk itu, saat ini dirinya turun menemui menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi.
"Menjadi seorang ibu negara di Indonesia memang dan di seluruh dunia itu tak ada manualnya tidak ada teknisnya penunjuk teknisnya harus bagaimana jadi kita yang harus benar-benar belajar mencoba menyerap aspirasi yang ada di masyarakat," kata Atikoh.
Namun, dirinya mencoba menjawab pertanyaan itu secara pribadi.
Atikoh menyebut perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga itu bisa dimulai ketika momen mendampingi anak pada usia 1000 hari pertamanya.
"Karena di tangan kita itu lah nanti masa depan anak-anak bangsa, anak-anak itu dari 1000 hari kehidupan pertama itu banyak disentuh oleh kita jadi dimulainya dari situ," tuturnya.
Kemudian, menurutnya, yang tak kalah penting membekali perempuan muda atau remaja mengenai pentingnya menyiapkan diri sebagai calon seorang ibu.
"Ketika menjadi seorang ibu itu tugasnya apa saja mulai dari bagaimana gizinya. Soalnya anak-anak sekarang sukanya makan kering-kering padahal ketika gizi akan menentukan karwna banyak sekali remaja putri yang terkena anemia. Padahal ketika ibu muda mengandung terkena anemia ini potensi anaknya stunting," paparnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.