Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Jokowi Akui Bahas Pilpres saat Makan Malam Bersama Prabowo, Masih Netralkah Presiden?

Buntut pertemuan dengan Prabowo, Airlangga, dan Zulkifli Hasan tersebut, sejumlah pihak mempertanyakan netralitas Jokowi.

kolase Tribunews
Jokowi makan malam bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Jokowi olahraga pagi bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/1/2024) (kanan). Jokowi menjelaskan soal safari agenda pertemuan bersama sejumlah Ketua Umum Parpol pengusung Prabowo-Gibran. 

Menurut Jokowi, pertemuannya dengan Prabowo dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dilakukan saat libur kerja.

"Makan malam, makan siang, makan pagi, sarapan, wong ketemu malam hari, hari libur juga dan makan juga," ucap Jokowi, ditemui di Gerbang Tol Limo Utama, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (8/1/2024).

Jokowi lantas membocorkan isi pembicaraannya dengan Prabowo, Airlangga, hingga Zulkifli Hasan.

Ia tak menampik adanya pembasan tentang Pilpres 2024 dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

"Bahas pemerintahan ada, bahas Pilpres juga ada," imbuh Jokowi.

Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan hingga Menteri PUPR Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol di Depok

Istana Pastikan Jokowi Masih Netral di Pilpres 2024

Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memastikan Presiden Jokowi masih netral di Pemilu 2024, baik Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres).

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV KSP Wandy Tuturoong menjelaskan Presiden Jokowi masih bekerja sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang tidak berpihak kepada pasangan Capres-Cawapres tertentu.

Wandy Tuturoong menjelaskan dalam kontestasi politik wajar saja ada pihak yang mengklaim Jokowi telah mendukung pasangan Capres-Cawapres tertentu.

Namun hal tersebut tidak bisa dibenarkan begitu saja karena posisi Kepala Negara harus berada di tengah masyarakat dan tidak berpihak kepada satu kelompok, organisasi, ataupun kepentingan politik Pilpres 2024.

"Saya kira itu opini ya (Jokowi dukung Capres tertentu, red), silahkan saja beropini. Saya kira kami tidak masuk ke dalam opini tersebut. Kami di KSP tetap mendukung netralitas, mendukung agenda presiden yang harus berjalan hingga Oktober 2024 nanti," ujar Wandy, Jumat (5/1/2024) dikutip dari Kompas.TV.

Wandy menambahkan dalam mendukung netralitas kerja Presiden Jokowi hingga Oktober 2024 mendatang, pegawai KSP yang maju di Pileg 2024 sudah memberikan surat cuti.

Hal ini sebagai wujud netralitas KSP dalam mendukung kinerja Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan nanti.

"Kita tunjukkan dengan kerja saja, apa yang ditunjukan saat ini itu harus merupakan bentuk dari netralitas. Itu juga kami tunjukkan, di kantor kami ada yang Caleg itu juga cuti," ujar Wandy.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan