Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Psikolog Sebut Debat Capres Semalam Mengandung Drama: Ada Kontroversi, Emosi, dan Adu Nyali

Debat ketiga calon presiden (capres) berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Minggu (8/1/2024) malam. 

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan bersama calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat debat calon presiden Pemilu 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat ketiga Pemilu 2024 diikuti tiga capres dengan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan internasional, dan Geopolitik. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Debat ketiga calon presiden (capres) berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Minggu (8/1/2024) malam. 

Debat diwarnai drama dan kritik bertubi-tubi calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan ke calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

Sementara penampilan calon presiden  nomor urut 2 Ganjar Pranowo mendapat perhatian dengan jaket tempurnya.

Baca juga: Respons Jokowi Dikritik Anies Lebih Pelit Naikan Gaji PNS Dibandingkan SBY

Bagaimana jalannya debat capres tadi malam menurut psikolog?

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, menilai debat capres tadi malam dengan empat tolok ukur.

Pertama, Reza menjelaskan soal kesesuaian antara paparan dengan dokumen visi dan misi program (MVP) calon  presiden.

"Ganjar Pranowo mampu mempertontonkan kedahsyatannya karena bab pertahanan pada visi, misi, programnya (VMP) memang lebih canggih ketimbang MVP Anies apalagi Prabowo," ujar Reza, Senin (8/1/2024).

Menurut dia Anies lebih helicopter view dan multiangle.

"Dia soroti masalah pertahanan dengan kacamata sosial," katanya.

Sementara Ganjar lebih concise, langsung menjawab tema debat.

"Dia bicara pertahanan dengan kacamata pertahanan. Tapi Ganjar dan Anies memang komplementer semalam," ujarnya.

Menurut dia Anies dominan mendestruksi Prabowo dan menawarkan gagasan secukupnya.

"Ganjar dominan menawarkan gagasan dan mendestruksi Prabowo dengan kadar secukupnya," katanya.

Poin kedua, menurut Reza, seberapa jauh penampilan akan mendatangkan manfaat elektoral.

"Studi menyebut debat tidak terlalu berdampak bagi perpindahan suara. Debat lebih mengokohkan dukungan konstituen pada pihak yang telah dijagokannya sedari awal," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan