Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Prabowo Ingin Petani Indonesia Bisa Seperti di Jerman: Sore di Ladang, Malam Pergi Pesta ke Disko

Prabowo bilang, petani di Jerman sore-sore kerja di ladang, malamnya sudah pesta di disko.

handout
Capres Prabowo Subinto di acara Dialog Capres Bersama Kadin di Jakarta, Jumat (12/1/2024). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto ingin membuat anak-anak muda di Indonesia tertarik menjadi petani.

Dia membandingkan kemakmuran petani di Indonesia dan di Jerman. Dia bilang, petani di Jerman,sore-sore kerja di ladang, malamnya sudah pesta di disko.

"Dia kerja di ladang sore, dia naik mobil dia ke disko malam-malam. Saya pernah ke desanya Jerman, bau tahi sapi, tapi mobilnya [vw] golf. Rumahnya bagus," kata Prabowo dalam acara Dialog Capres Bersama Kadin di Jakarta, Jumat (12/1/2024).

"Sore-sore dia sudah langsung ganti baju, malam-malam dia dansa di disko. Anak-anak muda mau jadi petani di Jerman. Kita harus bikin anak-anak muda Indonesia mau jadi petani di Indonesia," lanjutnya.

Menurut Prabowo, jumlah anak muda yang jadi petani di Indonesia berkurang karena mereka melihat ayahnya yang petani tidak untung dan hidup susah.

Ia mengatakan, alam noeliberal ini membuat anak-anak petani susah mendapat layanan dasar serta sulit mendapat sekolah bagus karena semua harus dianggap free market.

"Free market benar, tapi basic, hak dasar rakyat itu tidak boleh diperdagangkan," ujar Prabowo. Dia menegaskan keberpihakan dan pengelolaan pupuk harus ditujukan kepada petani.

Baca juga: Prabowo Ditanya Strateginya Bawa UMKM Naik Kelas, Jawabannya Hilirisasi!

Ia mengatakan, pupuk jangan banyak ditujukan ke perantara dan jangan biarkan diperdagangkan. Salah satu strategi yang paling utama adalah food estate.

"Lumbung padi yang sudah digagas oleh pak Ibnu Sutowo dari tahun 70, jadi sudah hampir 50 tahun yang lalu, dan ini satu-satunya jalan," kata Prabowo.

Baca juga: Kampanye di Bangka Belitung, Prabowo: Saya Tidak Omon-omon, Saya Apa Adanya

"Karena paham orang neoliberal, tidak usah beli beras dari petani Indonesia, beli aja dari petani Vietnam, lebih murah. Padahal kalau dia tutup, dia tidak mau jual, kita makan apa?" sambungnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan