Pilpres 2024
Respon Jokowi, Airlangga, Sandiaga Uno dan Prabowo soal Mundurnya Mahfud MD sebagai Menko Polhukam
Berikut respon Presiden Jokowi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menhan Prabowo soal Mahfud mundur dari kabinet.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Garudea Prabawati
Rapat masih berjalan intensif di tengah tahun politik menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
"Karena saya dengan berbagai menteri kolega di kabinet sampai sekarang juga kita masih bekerja dan seluruhnya dengan arahan bapak Presiden misalnya, berbagai program juga terus kita jaga. Jadi pemerintah terus berjalan sekarang," katanya.
Terkait dengan mundurnya Mahfud MD dari Kabinet, Airlangga mendoakan semoga tujuannya tercapai.
"Tentu pak Mahfud saya ucapkan ya semoga dengan pilihan politik pak Mahfud itu mencapai apa yang diharapkan oleh pak Mahfud," pungkasnya.
Baca juga: Mahfud MD Siap Mundur dari Menko Polhukam, Ini Reaksi AMIN, Prabowo-Gibran hingga Istana
Sandiaga Uno Bicara Momentum Rebound
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menilai, keputusan Mahfud MD untuk mundur dari kabinet telah tepat.
Sebagai rekan sesama menteri dan Ketua Bappilu PPP Sandiaga pun mendukung keputusan Mahfud untuk mundur.
"PPP menyampaikan dukungannya kepada Pak Mahfud apapun keputusannya dan hari ini sudah diumumkan beliau akan mundur," kata Sandi pada Rabu (31/1/2024).
Sandiaga menilai terdapat sejumlah pertimbangan sebelum Cawapres nomor urut 3 itu mundur dari Kabinet Indonesia Maju jilid kedua.
Baca juga: Tanda-tanda Prabowo Tak akan Ikuti Langkah Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi
Pertimbangan pertama diungkapkannya bertujuan untuk menghindari benturan kepentingan selama mengikuti kontestasi Pilpres 2024.
Pertimbangan selanjutnya adalah menghindari penyalahgunaan fasiltas negara.
Pertimbangan terakhir, agar Mahfud MD dapat totalitas menyampaikan visi dan misi serta gagasan kepada masyarakat selama kampanye Pilpres 2024.
"Saya sempat menyatakan kalau saya pada saat itu ditunjuk paslon (Capres-Cawapres), maka saya akan mundur saat itu juga. Karena pengalaman saya di 2019 saat saya Wagub (DKI Jakarta) dan saya memutuskan untuk mundur," ungkap Sandiaga Uno.
Baca juga: Mahfud MD: Saya Dulu Diangkat dengan Hormat, Saya akan Pamit dengan Penuh Penghormatan
"Satu, saya tidak ingin ada benturan kepentingan, kedua, penyalahgunaan fasilitas negara dan ketiga, saya ingin total ingin kampanye tiap hari," sambungnya.
Keputusan tersebut diyakininya mampu memberikan keleluasaan Mahfud MD untuk bisa menyapa masyarakat di sisa masa kampanye.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.