Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

20 Tahun Jalan Liku Prabowo hingga Jadi Presiden: Gagal Konvensi Golkar, Butuh 4 Pilpres agar Menang

Berikut perjalanan agar bisa menjadi Presiden RI. Dia perlu waktu 20 tahun agar menang di Pilpres.

AFP/YASUYOSHI CHIBA
Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto (kiri) berbicara kepada media bersama wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka (kedua dari kiri) saat mereka tiba di sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah saingan utamanya menentang kemenangan pemilunya ditolak di kantor KPU Jakarta, pada 24 April 2024. Berikut perjalanan agar bisa menjadi Presiden RI. Dia perlu waktu 20 tahun agar menang di Pilpres. (Photo by Yasuyoshi CHIBA / AFP) 

Konvensi tersebut pun dimenangkan oleh Wiranto dan diputuskan menggaet nama Sholahuddin Wahid menjadi cawapresnya.

Pilpres 2009 Jadi Cawapres Megawati, Berujung Kalah dari SBY-Boediono

Tak menyerah, Prabowo kembali ikut dalam Pilpres 2009 dengan kendaraan politik yaitu partai yang dirinya dirikan sendiri yaitu Partai Gerindra.

Awalnya, Prabowo berniat untuk melenggang dengan Ketua Umum PAN saat itu, Sutrisno Bachir sebagai cawapres.

Hanya saja, duet Prabowo-Sutrisno tak terwujud lantaran tidak mampu memenuhi persyaratan kursi dukungan.

Menurut Prabowo, duetnya bersama Sutrisno hanya kurang satu kursi.

"Pas pendaftaran, kami ditolak karena kurang satu kursi. Gagal deh. Tetapi, dua bulan sesudah itu, saya tambah kursi. Saya tambah dua kursi, PAN empat kursi. Seharusnya cukup. Jadi kalau bicara keadilan dan kejujuran, bagaimana ini?" tutur Prabowo.

Lantas, Prabowo pun berubah haluan dengan berkoalisi bersama PDIP yang mengusung ketua umumnya yaitu Megawati Soekarnoputri.

Sempat alot dalam perundingan, Prabowo akhirnya 'legowo' untuk menerima sebagai cawapres Megawati.

Singkat cerita, dalam kontestasi Pilpres 2009, Mega-Prabowo kalah telak dengan petahana saat itu yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan bersama Boediono.

Saat itu, SBY-Boediono unggul dengan raihan 73.874.562 atau 60,8 persen suara dan jauh meninggalkan Megawati-Prabowo yang hanya meraih suara 32.548.105 atau 26,79 persen.

Alhasil, Pilpres 2009 hanya berlangsung satu putaran.

Pilpres 2014 'Naik Pamor' Jadi Capres, Lagi-lagi Kalah

Debat pamungkas capres dan cawapres antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa  (kiri) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (kanan)  yang  di pandu  moderator   Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Sudharto P Hadi (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).  Debat kali ini akan mengangkat tema 'Pangan, Energi, dan Lingkungan  sebagai  debat  pemungkas. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Debat pamungkas capres dan cawapres antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (kiri) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (kanan) yang di pandu moderator Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Sudharto P Hadi (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). Debat kali ini akan mengangkat tema 'Pangan, Energi, dan Lingkungan sebagai debat pemungkas. (Warta Kota/Henry Lopulalan) (Warta Kota/henry lopulalan)

Prabowo tak patah arang dan kembali mencalonkan diri sebagai capres di Pilpres 2014.

Pada saat itu, bisa dikatakan, Prabowo percaya diri dengan langkah politiknya tersebut lantaran Partai Gerindra memiliki nilai tawar usai meraih 73 kursi di Pilpres 2014, meningkat pesat dari sebelumnya 26 kursi di Pilpres 2009.

Alhasil, Gerindra yang masih mesra bersama PAN pun membuat kedua partai sepakat untuk mengusung Ketua Umum PAN saat itu, Hatta Rajasa sebagai cawapres Prabowo.

Berbeda dengan dua edisi Pilpres sebelumnya, Pilpres 2014 hanya diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan