Ny Ainun Habibie Wafat
BJ Habibie: Istri Saya Bertanya... Ada Apa?
Sejarah mencatat, kisah sukses BJ Habibie menduduki kursi RI 1 menggantikan gurunya --Soeharto-- tak lepas dari ketabahan Ny Hasri Ainun Besari dalam menghadapi konflik politik pasca pelimpahan kekuasaan kepada suaminya.
Sambil memanjatkan doa, Habibie mengaku merasa seperti dihipnotis. Ketika tiba di Kuningan ia disambut oleh salah seorang Asisten Wakil Presiden, Jimly Asshiddiqie. Lelaki itu mengajaknya menuju ke pendopo.
"Di pendopo, saya tergeletak duduk beberapa menit dan seolah-olah dalam keadaan trance. Kemudian saya masuk melalui ruang makan, di mana istri saya sedang membaca kitab suci Alquran. Di kamar tidur, setelah mengambil wudhu dan melaksanakan shalat, saya mengucapkan doa yang sama seperti di dalam mobil," kenang Habibie.
Selain berdoa, BJ Habibie berulang kali membaca surah Al-Faatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas. "Sekitar pukul 21.45, istri saya datang ke kamar tidur untuk menyampaikan bahwa di pendopo semua Menko dan banyak menteri hadir. Istri saya bertanya, ada apa?"
Dihadapan empat Menko dan 14 menteri yang hadir di pendopo, ia menjelaskan bahwa Kabinet Reformasi telah dibentuk Soeharto dengan memerhatikan masukan dari Koordinator Harian Keluarga Besar Golkar.
Esok harinya, 21 Mei 1998 Kabinet Reformasi akan diumumkan oleh Presiden Soeharto. Pada hari Jumat tanggal 22 Mei 1998, anggota kabinet akan dilantik di Istana Negara. Hari Sabtu tanggal 23 Mei 1998, Pak Harto akan menerima Pimpinan DPR/MPR di Istana Merdeka dan akan menyatakan mundur sebagai presiden.
"Oleh karena beberapa menteri dari Kabinet Pembangunan VII masih dibutuhkan untuk duduk dalam Kabinet Reformasi, maka atas nama Pak Harto, saya mohon agar para menteri yang telah menandatangani pernyataan bersama tersebut dapat mempertimbangkan untuk menarik kembali pernyataan mereka dan ikut memperkuat Kabinet Reformasi. Penjelasan saya menimbulkan diskusi yang hangat," tuturnya. (achmad subechi)