Ayin Bebas
Kalapas Wanita Tangerang: Saya Pantang Disuap
Kepala Lapas Wanita Tangerang, Etty Nurbaiti mengaku sangat kesal dengan perkelahian dua warga binaan yang memperebutkan kamar
Penulis:
M. Ismunadi
Editor:
Johnson Simanjuntak

"Yang bikin tidak enak itu, Wita bilang kalau lawannya, yang kebetulan Chinese, ngasih suap. Makanya dua-duanya langsung saya panggil ke sini (ruangan Etty)," ujar Etty saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/1/2011).
"Dan kenyataannya, tidak ada suap. Bahkan saya tantang mereka, kalau memang ada suap, berani enggak mereka kasih (suap) ke saya," tegasnya.
Lebih lanjut, sehubungan dengan isu suap, Etty juga mengatakan selama ini dia cukup kerepotan dengan kehadiran Ayin di Lapas Wanita Tangerang. Apalagi jelang PB yang akhirnya diterima Ayin pada Jumat (28/1/2011).
Di hari pembebasan Ayin, Etty mengaku mendapat SMS atau pesan singkat yang intinya meminta 'jatah'. SMS itu dikirim orang yang mengaku bisa meredam rencana aksi unjuk rasa yang bakal digelar di hari pembebasan Ayin.
"SMS itu saya teruskan ke Pak Dirjen. Biar dia (pengirim SMS) tahu rasa," kata Etty.
Bukan sekedar orang yang tidak dikenal Etty, kesan yang sama juga ditunjukkan sejumlah orang di Direktorat Pemasyarakatan kepada perempuan yang menjabat sebagai Kalapas Wanita Tangerang sejak tahun lalu.
"Kalau saya ke sana (Ditjen), tas saya sampai-sampai dibawain. Saya sih silahkan-silahkan saja. Karena memang isi tas saya enggak ada duitnya kok. Paling isinya cuma minyak angin dan lain-lain," ujarnya.
"Saya tahu Ibu Artalyta itu diberi gelar Ratu Suap. Tapi lalu kenapa saya juga dipandang sama bahwa bakal menerima suap dari dia. Jangan samakan saya dengan yang lain," imbuh Etty.