Dirlantas Sarankan Pemasangan Rambu Panah di Bundaran HI
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya menganggap perlu adanya penambahan rambu
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Seringnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan mobil nyemplung ke kolam air mancur Bundaran Hotel Indonesia (HI), Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya menganggap perlu adanya penambahan rambu di sekitar bundaran yang menjadi ikon Ibu Kota.
"Mungkin perlu rambu walau estetikanya sedikit berkurang dari pada dibeton," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Royke Lumowa di Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Ia menganggap rambu lalu lintas yang cocok dipasang di Bundaran HI modelnya rambu panah. Dari arah Sudirman dibuat rambu tanda panah ke kiri, kemudian dari arah Kota perlu diarahkan ke kanan.
"Modelnya spot light. Minimal malam mereka melihat itu. Tanda ini kita jumpai di luar kota ataupun di tol. Biasanya di ujung jalan ada rambu seperti ini, minimal sopir dapat melihat walaupun dalam kondisi ngantuk," jelasnya.
Dini hari tadi Rabu (25/5/2011), peristiwa mobil Toyota Corolla bernomor polisi B 33 BYY nyemplung ke kolam bundaran air mancur Hotel Indonesia (HI) kembali terjadi sekitar pukul 03.12 WIB.
Sebelumnya, telah terjadi beberapa kali insiden serupa Pada 8 Januari 2011 sebuah sedan Porrsche Boxter B 8707 OM menabrak beton pembatas di Bundaran HI, kemudian kendaraan tercebur ke kolam.
Sabtu (22/1/2011) pukul 03.28 WIB, kejadian serupa sempat terulang, dengan menimpa mobil Toyota Innova berwarna hitam bernopol B 66 ZB.
Pada Rabu (18/5/2011) juga terjadi insiden serupa yang menimpa Toyota Avanza bernopol B 8923 JH.