Minggu, 26 April 2026

Kronologi Hilangnya Pesawat PT Nusa Flying International

Rencananya, dua siswa angkatan ke IV, atau istilahnya Batch IV dari sekolah penerbangan PT.Nusa Flying International, yakni Muhamad

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencananya, dua siswa angkatan ke IV, atau istilahnya Batch IV dari sekolah penerbangan PT.Nusa Flying International, yakni Muhamad Fikriansyah, (21), dan Agung Febrian, (30), hari ini, Rabu (16/11/2011), akan berlatih navigasi dengan menggunakan radio.

Keduanya terbang dengan pesawat tipe Cesna 172, "Skyhawk," dengan registrasi PK - NIP, ditemani oleh kapten Partogi sebagai instruktur, yang memegang lisance Comercial Pilot Lisance Instrument Rarting bernomor 6632.

Kepala Sekolah Penerbangan PT.Nusa Flying International, Kapten Sugeng Triyono, kepada wartawan mengatakan rencananya para siswa akan belajar navigasi dengan melewati sejumlah check point, antara lain Purwakarta dan Cirebon, lalu kembali lagi ke Jakarta.

Dari Lanud Komersial Halimperdhana Kusumah, pada pukul 07.30 wib tercatat pesawat tersebut tinggal landas, dan pulu 07.40 wib sempat melakukan kontak radio dengan Barus, atau menara di Lanud Halim.

"Rencananya mereka akan terbang cros country, untuk berlatih navigasi dengan menggunakan instrument radio," katanya.

Pada sekitar pukul 09.00 wib, pesawat tersebut sempat lapor diri, dan diketahui posisinya beradal sekitar 30 mil kearah Timur Purwakarta, Jawa Barat. Setelah itu tidak ada terdengar lagi kontak radio dari pesawat tersebut.

"Pesawat itu juga diduga tidak pernah sampai ke Cirebon," tambahnya.

Hingga pukul 10.30 wib, tidak kunjung ada kontak radio dari pesawat yang diketahui tidak pernah mengalami kerusakan itu, maka PT.Nusa Flying International melaporkan kabar kehilangan ke Badan Search and Recue Nasional (Basarnas).

Pada pukul 10.30 wib, diketahu pesawat tersebut sudah sekitar empat jam mengudara, dan diketahui juga kapasitas bahan bakar pesawat itu tidak mencukupi terbang diatas empat jam.

Dari Lanud Suryadharma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, TNI AU memberangkatkan tiga helikopter untuk mencari pesawat tersebut. Sementara Basarnas mengirimkan satu helikopter. Dari PT.Nusa Flying International, diturunkan 11 pesawat untuk mencari.

"Walau pun pencarian sudah dilakukan, belum ada laporan yang menjelaskan posisi pesawat yang hilang itu," tutur Kapten Sugeng.

Pencarian rencananya akan dilakukan kembali mulai esok pagi, Kamis (17/11/2011), dengan fokus wilayah antara Purwakarta hingga Cirebon, hal itu termasuk bagian utara wilayah hutan Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Tampomas hingga wilayah Barat hutan Gunung Ciremai.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved