Betonisasi Jalan Raya Bogor Bikin Macet Lima Kilometer

Pengerjaan jalan yang dilakukan sejak 10 hari lalu, membuat kemacetan di Jalan Raya Bogor arah ke Cililitan

Betonisasi Jalan Raya Bogor Bikin Macet Lima Kilometer
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pengerjaan betonisasi di ruas Jalan Raya Bogor tepatnya di KM 18, di RW 09, Kelurahan Kramatjati, Kecamatan Kramatkati, Jakarta Timur, atau diseberang markas Yonbekang Ditbekangad, arah ke Cililitan membuat kemacetan mengular sampai 5 Km 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek betonisasi di ruas Jalan Raya Bogor tepatnya di KM 18, di RW 09, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, atau di seberang markas Yonbekang Ditbekangad, arah ke Cililitan membuat kemacetan mengular sampai 5 kilometer.

Pengerjaan jalan yang dilakukan sejak 10 hari lalu, membuat kemacetan di Jalan Raya Bogor arah ke Cililitan sampai ke sekitar Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur atau sepanjang sekitar 5 Km.

Pantauan Warta Kota, Minggu (26/5/2013) betonisasi jalan dilakukan sepanjang 500 mulai dari seberang Ditbekang sampai sebelum pusat perbelanjaan Kramatjati Indah. Betonisasi dilakukan di satu ruas di jalan arah ke Cililitan.
Akibatnya kemacetan parah terjadi bahkan di hari Minggu (26/5/2013).

Fadli (32) warga RT 01/09 Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati mengatakan akibat betonisasi kemacetan di Jalan Raya Bogor makin parah.

Bahkan untuk menembus kemacetan di ruas jalan yang dibetonisasi membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Menurut Edi, Jalan Raya Bogor, memang selalu padat kendaraan. Namun betonisasi membuat kepadatan makin menjadi bahkan semakin macet dan cenderung stagnan.

"Sebelum dilakukan pengerjaan betonisasi, jalan ini memang padat. Tapi selarang tambah parah. Apalagi kalau hari kerja kayak kemaren-kemaren," kata Fadli.

Menurut Fadli, dengan adanya betonisasi ini setiap pagi ada kontra flow yang dilakukan dengan mempergunakan satu lajur jalur dari cililitan menuju hek.

"Tapi tetap saja tidak efektif mengurai kemacetan," kata Fadli.

Hal senada dikatakan Esti Purnami (35), warga Ciracas, Jakarta Timur.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved