Jadi Joki 3 In 1 Honor Rp 40.000
Sebut saja namanya Ansar (11). Jarinya mengacung-acung ke arah mobil yang melintas di Jalan Gerbang Pemuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebut saja namanya Ansar (11). Jarinya mengacung-acung ke arah mobil yang melintas di Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jumat (14/3/2014), pagi.
Acungan jari itu tanda untuk menawarkan jasa menjadi joki penumpang. Tujuannya pemilik mobil yang berisi kurang tiga orang bisa masuk ke kawasan 3 in 1.
Di jalan itu paling tidak ada enam orang yang menawarkan jasa serupa. Usianya juga beragam. Mulai seusia Ansar hingga ibu-ibu sambil menggendong anak.
Jumat pagi, cuaca di kawasan itu sedikit mendung. Sedangkan arus lalu lintas cukup padat sehingga laju kendaraan sangat pelan.
Ansar sudah menjalani profesi itu sejak tahun lalu. Tepatnya sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Dia tinggal di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, setiap pagi bersiaga di jalan itu. Bocah dengan dua orang adik itu menjadi joki untuk mengisi waktu luang. "Saya masuk sekolah siang," ujarnya.
Ayahnya bekerja sebagai petugas jaga TPU Karet, Jakarta Pusat. Sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Setiap kali bertugas, Ansar bisa menjadi joki untuk dua kendaraan. Ia mulai bekerja sejak sekitar pukul 06.15.
Sekali menjadi penumpang mendapat upah rata-rata Rp. 15.000. Bahkan bisa lebih, jika jaraknya, menurut Ansar, relatif jauh. Misalnya hingga ke kawasan Harmoni. "Ke sana bisa dapat Rp 25.000," kata Ansar.
Rata-rata, menurut pengakuan Anhar, ketika bertugas bisa mendapatkan honor hingga Rp 40.000. "Uang dipakai untuk bantu-bantu di rumah," kata Anhar sebelum turun di Harmoni. (Aang Sunu)