Pemukiman Warga di Belakang Kantor Wali Kota Jaksel Terendam Banjir
Pemukiman warga di belakang kantor Walikota Jakarta Selatan, di Kebayoran Baru, terendam banjir karena curah hujan tinggi sejak Kamis pagi.
Ringkasan Berita:
- Pemukiman warga di belakang kantor Walikota Jakarta Selatan, di Kebayoran Baru, terendam banjir karena curah hujan tinggi sejak Kamis pagi.
- Air mulai menggenang di Jalan Pulo Raya sekitar pukul 10.00 WIB dan air menggenang hingga Gang Nipah VIII.
Laporan Reporter Warta Kota, Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemukiman warga di belakang kantor Walikota Jakarta Selatan, di Kebayoran Baru, terendam banjir karena curah hujan tinggi sejak Kamis (22/1/2026) pagi.
Pantauan Wartakotalive.com, banjir meredam di beberapa jalan di belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan. Di Gang Nipah 8, Petogogan, Jakarta Selatan, terlihat banjir setinggi mata kaki orang dewasa.
Sementara di Jalan Pulo Raya, air menggenang setinggi betis orang dewasa pun dirasakan. Sejumlah orang mendorong gerobak yang diisi salah seorang perempuan dan barang-barang, serta beberapa warga wara wiri menaiki kendaraan roda duanya.
Beberapa warga menunggu banjir surut di pekarangan rumahnya sambil berbincang dengan keluarganya. Rifai, warga Gang Nipah VIII mengatakan, pemukimannya jarang dilanda banjir saat musim hujan.
"Kalau jarang ya jarang kalau hujan biasa. Tapi kalau hujannya deras dan lama pasti banjir," kata Rifai.
Kali ini air mulai menggenang di Jalan Pulo Raya sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, karena hujan terus turun, banjir mulai melebar sampai Gang Nipah VIII.
"Mulai naik setinggi ini (semata kaki orang dewasa) itu sejak pukul 16.30 WIB. Kalau petugas dinas sih dari siang sampai sekarang engga kelihatan," kata dia.
Rifai mengakui banjir tidak akan lama karena saluran air mulai membaik. "Nggak lama banjirnya, cuma air hujan aja ini. Gak lama surut kok," ujar Rifai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-di-Walikota-Jaksel-OK.jpg)