Jumat, 10 April 2026

Foraksi dan Indorope Kecewa Lantaran Ahok Pilih Perusahaan Asing Bersihkan Monas

Foraksi dan Indorope kecewa atas keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang percayakan perusahaan Jerman untuk bersihkan Monas.

Penulis: Eri Komar Sinaga

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bukan main kecewanya pihak Federasi Olahraga Aksi Seluruh Indonesia (Foraksi) dan Indorope atas keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyerahkan tanggung jawab melakukan pembersihan Monumen Nasional (Monas) ke perusahaan asal Jermnan Kaercher.

22 tahun menunggu untuk menorehkan diri sebagai putra bangsa yang membersihkan Monas, kesempatan itu akhirnya hilang karena penandatanganan Pemprov DKI dengan pihak pembersih gedung asal Jerman, Kaercher.

"Dari tahun 2010 saya siapkan itu. 20 tahun kita menunggu tapi bule yang diterima, kita enggak," ujar Revilino dengan nada kecewa, Direktur Utama Indorope, yang menjadi penggagas untuk pembersihan Monas,  saat dihubungi Tribunnws, Jakarta, Selasa (2/4/2014).

Kekesalan Revi semakin bertambah karena Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menganggap mereka kurang profesional sehingga lebih memilih Kaercher.

Padahal, kata Revi, pihaknya tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo). Revi mengklaim membersihkan Monas adalah keahlian mereka.

"Itu pekerjaan kami. Kami tidak diberi kesempatan. Bagaimana dia tahu kami profesional atau tidak bertemu saja tidak mau," lanjut Revi.

Revi malah menuding Ahok yang bertindak kurang profesional karena tidak membaca CV perusahaan yang mereka serahkan melalui staf Pemprov DKI Jakarta.

Lagi pula, kata dia, bagaimana putra Indonesia bisa berpengalaman membersihkan monumen jika ada kesempatan namun diberikan kepada pihak asing.

"Kita profesional. Cuma kesempatan tidak ada. Salah kalau Ahok bilang kita tidak profesional," kata dia.

Ketika ditanya mengenai gedung apa yang sudah dibersihkan, Revi menegaskan itu tidak perlu ditanyakan lagi karena itu adalah keahlian mereka. Revi hanya menyebut gedung Bank Permata dan Luois Vitton yang mereka bersihkan.

"Dimana saya bisa ketemu Pak Basuki?," kata Revi masih tidak terima.

Sebelumnya,  Federasi Olahraga Aksi Seluruh Indonesia (Foraksi) menawarkan kerja sama membersihkan Monas kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Maret lalu. Rencananya, Foraksi akan menggunakan dana CSR PT. Semen Indonesia. Namun, tidak ada kesepakatan yang terjalin di antara keduanya. Pemprov DKI memilih Kaercher.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved