Monas Dicuci
Si Kembar Semringah Bisa Ikut Cuci Monumen Nasional
DUA pengusaha muda yang juga pria kembar, Mathias dan Nathanael Santoso, semringah karena mendapat kesempatan langka: mencuci Monas.
Nama Tongs diambil dari nama panggilan ayah mereka. "Nama asli papa saya Ho Su Seng. Karena susah dieja, teman-temannya memanggilnya Tong Seng mudah dieja menyerupai makanan sejenis gulai, tongseng," kata Mathias yang bergelar sarjana teknik industri. Keduanya memang hendak mendedikasikan usaha ini untuk ayahnya.
Perusahaan ini butuh waktu enam bulan mendapatkan proyek pertamanya. Maret 2014, lalu mereka bekerja sama dengan satu gereja. Setelah itu beberapa proyek konstruksi lainnya mulai mereka kerjakan. Bahkan satu perusahaan penerbangan nasional kabarnya mulai tertarik bekerja sama dengan dua wirausahawan muda ini.
Meski begitu, Nathan dan Mathias belum mau berekspektasi terlalu tinggi. Keduanya tidak mematok untung besar. Bagi mereka, keuntungan akan mengikuti setiap kerja keras. Sebab mereka yakin segala hal membutuhkan proses.
"Usaha ini adalah jawaban Tuhan. Orang menyebutnya bisnis matahari terbit. Perlahan tapi pasti, dengan keras perusahaan ini pasti bisa besar," ujar Nathan menutup pembicaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140509_085656_petugas-kaercher-pembersihan-monas.jpg)