Jumat, 10 April 2026

Masih Ada Wisatawan yang Bawa Miras ke Kepulauan Seribu

Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) kembali digelar oleh Jajaran Polres Kepulauan Seribu, Sabtu (5/9).

Editor: Sanusi
Tribun Jabar/Taufik Ismail
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) kembali digelar oleh Jajaran Polres Kepulauan Seribu, Sabtu (5/9).

Demi terciptanya situasi yang kondusif serta menyamankan wisatawan dan warga di Kepulauan Seribu, sebanyak empat pulau menjadi target operasi

"Operasi rutin seperti ini selalu kami gelar sejak pagi dan malam hari, yakni di Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Tidung, dan Pulau Harapan. Hal ini demi terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif di lingkungan warga Kepulauan Seribu, dan wisatawan yang datang berkunjung," kata Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Andi Herindra saat dikonfirmasi.

Kekecewaan Andi pun tertutur terhadap wisatawan yang melancong ke Kepulauan Seribu. Pihaknya saat menggelar operasi rutin itu, kata Andi, masih ada saja wisatawan remaja hingga dewasa datang dengan membawa minuman keras (miras)

"Wisatawan dari berbagai daerah dan rata-rata remaja serta orang dewasa ini memang tujuannya berlibur. Hanya saja, dalam operasi ini selalu saja kami temukan miras yang dibawa wisatawan dalam kondisi sudah dikemas rapih di dalam plastik. Para wisatawan ini jelas-jelas merusak moral," katanya.

Dirinya juga mengaku, ada beberapa wisatawan yang membawa miras, namun ditaruh di dalam botol air minum yang biasanya umum dipakai orang banyak. Hal itu, jelas Andi guna mengelabui petugas.

"Saat ditanya itu botol air minum itu isi airnya apa, ngakunya air putih, jeruk, atau semacam juice, ketika diperiksa ya baunya justru bau alkohol," terangnya.

Untuk mengintensifkan Operasi Cipta Kondisi tersebut, pihaknya menaruh beberapa anggota di setiap dermaga di Pulau-Pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Sementara, miras-miras hasil termuan dan dijadikan barang bukti pun disita petugas.

"Setiap anggota kami sebar untuk memeriksa barang bawaan wisatawan yang datang menggunakan kapal Fery dan turun di dermaga. Puluhan miras berbagai merk dan jenisnya pun kami sita, sedangkan pelaku yang membawa miras itu kami bina terlebih dahulu," jelasnya.

Andi menambahkan, "Operasi dilakukan untuk mencegah masuknya miras dan narkoba sampai titik zero di Kepulauan Seribu. Kami lakukan secara rutin agar menekan gangguan kamtimbas, serta menciptakan situasi yang kondusif dan aman bagi wisatawan dan masyarakat," tutupnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved