Polemik Kalijodo
Kisah Preman Paling Berkuasa di Kalijodo dan Mitos 'Mengerikan' Daeng Aziz
Nama Daeng Aziz kini dikenal mengerikan di Kalijodo. Tapi dia sebenarnya bukan preman terbesar di sana.
Laporan Wartawan WARTA KOTA, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, SEMANGGI - Nama Daeng Aziz kini dikenal mengerikan di Kalijodo. Tapi dia sebenarnya bukan preman terbesar di sana.
Preman paling besar di sana sudah pergi dari Kalijodo beberapa tahun sejak pertikaian besar antar kelompok disana tahun 2002 silam.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, tahu betul itu.
Krishna pernah ikut melilit di kasus pertikaian itu. Sebab tahun 2002 silam dia menjabat Kapolsek Penjaringan di usia 32 tahun.
Pertikaian akhirnya selesai dibarengi penutupan rumah-rumah judi di Kalijodo oleh polisi.
Baca Juga: Kalijodo Dilanda Kerusuhan Antarmafia 14 Tahun Silam
Krishna menuliskan itu dalam bukunya berjudul 'Geger Kalijodo' yang terbit tahun 2004.
Buku itu merupakan penelitian ilmiah untuk tesis S2 Krishna di Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia.
Krishna menggambarkan dua kelompok besar disana adalah Kelompok Makassar dan Mandar.
Kelompok Makassar dipimpin Daeng Aziz yang sampai kini masih menguasai Kalijodo dengan kharisma dan sisa-sisa cerita mengerikan.
Sementara kelompok Mandar, di tahun 2002 itu dikepalai oleh Asman.
Baca Juga: Inilah Dua Kelompok Mafia yang Kuasai Kalijodo
Dalam bukunya, Krishna menuliskan bahwa kelompok Asman lebih terorganisir dan banyak ketimbang kelompok Daeng Aziz.
Kelompok Asman memiliki struktur seperti sebuah organisasi yang memiliki 'tentara' dengan 'panglimanya' sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kompleks-pelacuran-kalijodo_20160211_170205.jpg)