Polemik Kalijodo
Kisah Preman Paling Berkuasa di Kalijodo dan Mitos 'Mengerikan' Daeng Aziz
Nama Daeng Aziz kini dikenal mengerikan di Kalijodo. Tapi dia sebenarnya bukan preman terbesar di sana.
'Tentara' atau pasukan Asman ini dikenal sebagai 'Anak Macan' yang muncul karena jejak mengerikan mereka.
Antara lain menghajar dan memukul mundur Front Pembela Islam sampai kocar-kacir.
FPI kala itu pernah beberapa kali mengganggu rumah perjudian milik Asman, makanya dihajar oleh 'Anak Macan'.
Baca Juga: Ini Komentar FPI Terkait Rencana Ahok Tertibkan Kawasan Kalijodo Jakarta
Anggota 'Anak Macan' ini hanya dipelihara oleh Asman, dan dikeluarkan hanya sesekali setiap ada pertikaian.
Di hari damai, 'Anak Macan' hanya bersantai di Kalijodo tapi tetap mendapat uang dengan beberapa norma yang ditetapkan 'panglimanya' tapi selalu dilanggar.
Norma untuk 'anak macan' itu adalah larang berjudi dan mabuk-mabukan di sekitar Kalijodo. Aturan ini banyak dilanggar.
Selain itu, 'Anak Macan' juga tak langsung dibawah komando Asman. Tapi berada dibawah komando Arkan Malik yang jadi semacam 'panglima perang'. Dia merupakan anak buah Asman.
Ketika Asman sudah begitu terorganisasi di tahun 2002, kelompok Daeng Aziz belum terorganisir dan masih berantakan.
Daeng Aziz hanya mempekerjakan pemuda pengangguran untuk mengamankan rumah judinya. Tapi tetap jumlahnya ratusan.
Baca Juga: Awas, Ini 5 Godfather yang Paling Ditakuti di Kalijodo
Namun usai pertikaian besar yang dipicu tewasnya adik Daeng Aziz karena dibunuh 'anak macan', Asman memilih menyingkir dari Kalijodo.
"Mungkin sekitar tahun 2005 dia (Asman) pergi dari Kalijodo," kata Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, Kamis (11/2/2016) malam.
Krishna menceritakan, Asman beberapa kali pernah diwawancarai media sampai akhirnya dia malu sendiri.
Bahkan Asman pernah bercerita ke Krishna bahwa dia kapok diwawancarai media dan muncul dimana-mana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kompleks-pelacuran-kalijodo_20160211_170205.jpg)