Jumat, 10 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Perang Cyber Antar Pendukung, Kubu Ahok Masih Unggul

Suhu politik di Jakarta akhir-akhir ini memanas, bahkan menjadi isu nasional karena masifnya pemberitaan media massa

Editor: Hendra Gunawan
websitehosting

“Dan saya melihat Ahok dan pendukungnya dalam hal ini sudah lebih dulu bergerak untuk mengawal perjalanan politik Ahok sampai di masa pemilihan nanti,” imbuhnya.

Hal seperti ini, menurut Lely, harusnya juga dilakukan oleh calon lain yang hendak maju dalam bursa pemilihan. “Jangan sampai nanti kehilangan momentum karena posisi Ahok sudah begitu kuat dalam hal perepsi publik,” tegasnya.

Hindari isu SARA

Saat ini, upaya menghadang Ahok kembali terpilih menjadi DKI-1 lebih banyak dilakukan secara konvensional dan tergesa-gesa, seperti aksi demo atau menyerang Ahok dengan isu-isu SARA yang justru kemudian akan menjadi senjata makan tuan karena kecerdikan para pendukung Ahok dalam menggiring opini publik melalui dunia internet.

“Semakin diserang dengan SARA, semakin banyak masyarakat yang akan mendukung Ahok, karena pada dasarnya pemilih di Jakarta itu rasional. Sebaiknya, lawan politik menggunakan menghindari mengangkat isu semacam itu karena sudah tidak akan mempan diterapkan di Jakarta,” jelasnya.

Sebaliknya, calon lain menurut Lely, berusaha membentuk citra dan karakter yang nantinya bisa menarik simpati publik.

“Misalnya kita tahu Ahok memiliki watak keras, ya calon lain bisa lawan dengan kesantunan atau cara lain. Kalau dilawan dengan karakter serupa, kecil kemungkinan berhasil. Dalam hal ini sikap keras Ahok diimbangi dengan publikasi mengenai hasil kerja dia selama menjadi gubernur,” terangnya.

Meski demikian, sikap keras dan over reaktif yang sering ditunjukkan Ahok bisa menjadi boomerang di kemudian hari jika lawan politiknya mampu mengolahnya sebagai bahan untuk menyerang Ahok.

Sebab, peta meskipun saat ini Ahok dinilai paling kuat di antara calon lainnya, sangat mungkin peta kekuatan akan berubah tergantung situasi ke depannya.

“Misalnya dengan memberikan statemen di media massa untuk memancing-mancing Ahok agar marah dan berbicara keras. Untuk itu, harusnya Ahok lebih hati-hati. Harus bisa mengontrol diri ketika berbicara. Karena jika sekali saja ada yang salah, bisa hancur popularitas dia di mata publik dan yang akan senang adalah lawan politiknya,” tegasnya. (Feriyanto Hadi)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved