Pilgub DKI Jakarta
Ahok Bantah ''Gunakan'' Nusron Wahid untuk Dapatkan Dukungan Partai Islam
Kebetulan kan Nusron sudah teman baik. Nusron Wahid kan bukan anaknya Abdurrahman Wahid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membantah dirinya menjadikan Nusron Wahid menjadi ketua pemenangan Pilkada DKI Jakarta 2017, untuk menggaet dukungan partai-partai Islam.
Hal tersebut disampaikan kepada para awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, usai menghadiri World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).
Mengenakan pakaian berwarna dominan putih, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, bahwa dirinya dan fungsionaris Partai Golkar itu mempunyai hubungan baik, sehingga ia mempercayakannya Nusron untuk jadi ketua tim pemenangan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
Suami dari Veronica Tan itu menambahkan, bahwa bila dirinya ingin menggaet dukungan dari partai-partai Islam, ia akan menggunakan jasa orang dari partai Islam juga.
"Kebetulan kan Nusron sudah teman baik. Nusron Wahid kan bukan anaknya Abdurrahman Wahid, yang satu Jatim yang satu Jateng kok enggak ada hubungan kok, orang Golkar lagi, kalau mau juga pakai Partai yang Islam dong," kata Ahok.
Sebagaimana diberitakan Gubernur Ahok akan maju lagi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 lewat jalur partai politik.
Ia diusung tiga partai politik, di antaranya: Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/basuki-nih2_20160802_181908.jpg)