Pelaku Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang Diringkus Polisi
Pelaku pemalakan sopir bajaj di Tanah Abang ditangkap usai video viral. Polisi buru pelaku lain dan perketat patroli di lokasi
Ringkasan Berita:
- Polisi menangkap DP (27), pelaku pemalakan sopir bajaj di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah video aksinya viral
- Kejadian berlangsung Minggu sore, dengan korban mengaku dipalak hingga Rp100 ribu per hari dan memilih pasrah karena takut
- Polisi masih mengembangkan kasus untuk mencari pelaku lain dan meningkatkan patroli bersama instansi terkait
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap pelaku pemalakan terhadap sopir bajaj yang terjadi di kawasan Blok A Pasar Tanah Abang, Jalan KH Mas Mansyur, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pelaku berinisial DP (27) diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat setelah dilakukan penyelidikan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti video yang beredar luas.
“Pelaku sudah kami amankan. Kami pastikan setiap tindakan yang meresahkan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” ujar Reynold dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui tidak berada di bawah pengaruh narkoba berdasarkan tes urine.
Baca juga: Update Pemalakan di Pesta Pernikahan Tewaskan Ayah Pengantin, Keluarga Harap Pelaku Segera Ditangkap
Saat ini, DP masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Metro Tanah Abang.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria mendatangi bajaj yang terparkir di sekitar Pasar Tanah Abang dan meminta uang kepada sopir.
Aksi tersebut dilakukan berulang oleh beberapa orang.
Salah satu sopir mengaku kerap menjadi korban pemalakan dengan jumlah mencapai Rp100 ribu per hari.
Meski merasa dirugikan, para sopir memilih pasrah karena takut mendapat ancaman.
“Bukannya tidak berani melawan, tapi kami cari makan di situ,” ujar sopir dalam video.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyebut pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.
Ia menambahkan, polisi akan menggandeng pihak kecamatan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk mengintensifkan patroli di wilayah rawan pungutan liar.
Selain itu, peran RT, RW, hingga lurah juga diharapkan aktif dalam mencegah aksi serupa agar tidak kembali terjadi di lingkungan mereka.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan 110 jika menemukan tindakan yang meresahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kombes-pol-reynold-elisa-partomuan-hutagalung12.jpg)