Tabrak Beton Flyover Cipondoh, Pelajar 16 Tahun Tewas Terpental dari Ketinggian
Tragedi di Flyover Green Lake Cipondoh: Pelajar 16 tahun tewas terpental usai motor hilang kendali dan hantam beton pembatas jalan.
Ringkasan Berita:
- Insiden Fatal: Korban berinisial RP (16) tewas setelah sepeda motornya menghantam beton pembatas Flyover Green Lake Cipondoh dan membuatnya terpental.
- Kondisi Korban: Remaja tersebut sempat dilarikan ke RSU Bhakti Asih dengan luka serius di bagian kepala dan wajah, namun nyawanya tidak tertolong.
- Dugaan Penyebab: Polisi menyatakan kecelakaan tersebut berstatus out of control (hilang kendali) dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Sebuah tragedi memilukan terjadi di atas Flyover Green Lake, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Seorang pelajar berinisial RP (16) mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kecelakaan tunggal yang tragis pada Jumat (10/4/2026) lalu.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban tengah mengemudikan sepeda motornya menuju arah Green Lake.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kendaraan yang dipacu dengan kecepatan cukup tinggi tersebut mendadak hilang kendali saat melintasi jalur flyover.
Motor korban menghantam keras beton pembatas jalan hingga menyebabkan dampak yang fatal.
Akibat benturan tersebut, tubuh remaja berusia 16 tahun itu terpental dari sepeda motor dan jatuh di area sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Pelaku Anak Kasus Tewasnya Siswa SMP di Sragen Tak Ditahan, Belajar Didampingi Polisi
Upaya Penyelamatan di Lokasi
Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut bergegas memberikan pertolongan. Kondisi korban dilaporkan cukup kritis dengan sejumlah luka serius di bagian wajah dan kepala.
Selain itu, darah terlihat keluar dari bagian telinga korban akibat benturan hebat.
"Korban mengalami luka di wajah, luka di kepala, luka pada telinga mengeluarkan darah. Kemudian korban dibawa ke RSU Bhakti Asih Ciledug," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).
Meski sempat mendapatkan penanganan medis darurat di rumah sakit, nyawa pelajar tersebut tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka-luka berat yang dialaminya.
Evaluasi Keselamatan Berkendara
Pihak kepolisian mengategorikan peristiwa ini sebagai kecelakaan tunggal akibat faktor kendali pengemudi. Hingga saat ini, petugas masih mendalami penyebab pasti mengapa motor tersebut bisa kehilangan arah di titik tersebut.
"Mengalami kecelakaan tunggal atau out of control. Saat ini dugaan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," tutur Ojo Ruslani.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pengguna jalan, khususnya orang tua, untuk senantiasa memantau aktivitas berkendara remaja di bawah umur. Kecepatan tinggi di area flyover dengan pembatas beton permanen memiliki risiko fatalitas yang sangat besar jika terjadi kehilangan kendali secara mendadak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-KECELAKAAN-Seorang-nenek-inisial-N-ditabrak-pelajar-SMK-hingga-tewas.jpg)