Pilgub DKI Jakarta
Nusron: Kalau PDIP Tidak Jadi Bergabung Dukung Ahok, Golkar Siap Tempur
Partai Golkar mantap mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar mantap mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.
Ketua Tim Pemenangan Ahok yang juga politikus Partai Golongan Karya Nusron Wahid mengatakan, pihaknya mengapresiasi jika PDI Perjuangan ikut mendukung Ahok.
Namun jika tidak, Golkar bersama NasDem dan Hanura juga siap bertempur memenangkan Ahok.
"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan parpol lain, terlebih PDI Perjuangan dengan 28 persen kursi. Kalau memang ingin mendukung Ahok, ini akan menjadi senjata besar atas serangan yang dilakukan terhadap Ahok," kata Nusron saat dihubungi, Minggu (21/8/2016).
Menurutnya, komunikasi dengan PDI Perjuangan hingga saat ini masih terjalin cukup baik. Begitu juga dengan parpol pendukung Ahok yang sudah menyiapkan sekretariat bersama di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.
Hanya saja Nusron tidak ingin berandai-andai soal dukungan PDI Perjuangan. Dia tak mau mengomentari rumah tangga parpol lain.
"Kalau tidak jadi bergabung kami siap tempur. Tapi kalau bergabung kami dapat energi yang besar," katanya.
Sementara soal wakil yang mendampingi Ahok, Nusron menyebutkan Golkar tidak pernah menyodorkan nama.
"Kalau PDI Perjuangan tidak jadi gabung, kami serahkan semuanya untuk wagub kepada Ahok," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/politikus-golkar-nusron-wahid_20160728_170540.jpg)