Breaking News:

Polemik Kalijodo

Uang Rp 5 Juta untuk Setiap PSK Kalijodo Tidak Disalurkan

Dana itu dianggarkan oleh Kementerian Sosial untuk setiap PSK di Kalijodo saat penggusuran.

Andri Donnal Putera
Tampak lantai dua bangunan salah satu kafe di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Tempat ini terdiri dari sepuluh kamar berukuran 2x1 meter yang digunakan sebagai tempat untuk praktik prostitusi oleh PSK Kalijodo sebelum digusur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana sebesar Rp 5 juta untuk setiap pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo disebut tak disalurkan oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat penggusuran Kalijodo, Februari 2016 lalu.

Dana ini adalah kompensasi bagi PSK yang digusur di Kalijodo.

Koordinator warga Kalijodo, Leonard Eko Widiatmoko, mengungkapkan hal itu kepada Wartakotalive.com di pemukiman warga  eks Kalijodo di kolong flyover Kalijodo, Selasa (4/10/2016).

Leonard mengatakan, total PSK Kalijodo ada sekitar 450-an orang.

Makanya, kata Leonard, jumlah dana yang tak diberikan ada banyak.

Uang itu merupakan uang bagi setiap PSK untuk berusaha di bidang lain, usai lokalisasinya dibongkar.

"Satu PSK seharusnya mendapat uang Rp 5 juta," kata Leonard.

Maka, totalnya bisa mencapai Rp 2,2 milliar

Dana itu dianggarkan oleh Kementerian Sosial untuk setiap PSK di Kalijodo saat penggusuran.

Merupakan bagian dari program Indonesia Bersih Lokalisasi pada 2019 yang dicanangkan Kementerian Sosial.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved