Senin, 13 April 2026

Yusril Sarankan Ahok Tiru Politisi Belanda Arnoud van Doorn agar Dimaafkan

"Saya sudah sampaikan berkali-kali. Kalau saya dianggap salah pun, saya kan' sudah menyampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Editor: Robertus Rimawan
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlihat akrab saat bertemu dengan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan bahwa dirinya sudah berkali-kali minta maaf terkait pernyataannya yang memicu munculnya rencana demonstrasi akbar pada 4 November 2016 nanti.

"Saya sudah sampaikan berkali-kali. Kalau saya dianggap salah pun, saya kan' sudah menyampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Kata Ahok, bila permohonan maafnya ditolak kemudian terjadi aksi unjuk rasa dengan banyak massa maka dia mengaku pasrah dan menyerahkan ke aparat keamanan.

"Saya kira (demo) 4 November serahkan ke aparat," ucap Ahok

Ahok mencontohkan, apabila manusia bertobat atau mohon maaf maka Tuhan pun akan memaafkan.

"Kalau orang beragama, Tuhan pun memaafkan manusia yang sudah menyampaikan permohonan maaf. Itu saja," tutup Ahok.

Saran Yusril

Pakar Hukum dan Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menillai aksi demonstrasi besar yang direncanakan 4 November 2016 tidak perlu ada jika negara menegakkan hukum dengan keadilan dan kepastian.

Menurutnya, rencana demo dipicu oleh ucapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap umat Islam dan dikuatkan MUI sebagai penistaan terhadap Islam.

"Karena aparat penegak hukum kurang sigap, bahkan dianggap cenderung melindungi Ahok, maka timbullah tekanan agar Ahok segera diperiksa, bahkan ditangkap. Tapi yang terjadi, Ahok malah datang ke Bareskrim bukan karena dipanggil untuk diperiksa, tetapi atas inisiatifnya sendiri untuk memberi klarifikasi. Inisiatif seperti itu tak dikenal dalam hukum acara," kata Yusril melalui pesan singkatnya, Selasa (1/11/2016).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menuturkan, dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok, dilakukan menjelang kampanye Pilkada DKI.

Ini semua menjadi akumulasi ketersinggungan dan kemarahan sebagian umat Islam yang karena ucapan-ucapan Ahok sebelumnya yang juga sering menyinggung agama secara tidak pada tempatnya.

"Namun akumulasi kejengkelan ini dapat pula dimanfaatkan untuk beragam kepentingan politik sesaat yang berada di luar agenda kepentingan umat Islam," tutur Yusril Ihza Mahendra.

Ahok, kata Yusril, memang sudah minta maaf tapi dengan gaya bahasa Ahok yang khas, permohonan maafnya dinilai kurang tulus.

Dikatakannya, Ahok tidak merasa bersalah apalagi menyesal atas ucapannya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved