Minggu, 31 Agustus 2025

Dimas Kanjeng Ditangkap

Gelandangan Berjenggot Diberi Jubah, Dibikinkan Seminar Belasan Miliar Rupiah Masuk Kantung

Muncul sosok pria keturunan India, sukses bikin tujuh mahaguru Dimas Kanjeng Taat Pribadi 'abal-abal' dan mengeruk uang miliaran rupiah.

Editor: Robertus Rimawan
Surya/Anas Miftakhudin
Tersangka SP Maranata alias Vijay saat turun dari mobil di Polda Jawa Timur, Rabu (2/11/2016). SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN 

Mereka sengaja direkrut untuk mengelabuhi para pengukut Dimas Kanjeng yang asal Probolinggo itu, dan tertarik bergabung. Selanjutnya menyetorkan uang ke Dimas Kanjeng.

Guna meyakinkan pengikutnya, pria yang semuanya berjengot ini diberi jubah dan sorban layaknya seorang kyai atau ulama.

Perannya sebagai tokoh spiritual dalam acara seminar yang digelar di Jakarta.

Ketujuh maha guru dari Taat Pribadi yang ditangkap, yakni Ratim alias Abah Abdurrohman, Abdul Karim alias Abah Sulaiman Agung, Murjang alias Abah Naga Sosro, Marno alias Abah Kholil, Acep alias Abah Kalijogo, Sadeli Alias Entong dan Sutarno alias Abah Sutarto.

Misteri Abah Gimbal

Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim berangkat ke Jakarta untuk menguak keterlibatan SP Maranata dalam penipuan bermodus penggandaan uang dengan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono, menjelaskan penyidik setidaknya fokus tiga persoalan yang ada selama di Jakarta.

Pertama, menggali informasi di Hotel Merlynn Park yang berlangsung 14 sampai 19 Maret.

Kedua, memperdalam keberadaan Hanna Bank yang informasinya datang dalam pertemuan di Hotel Merlynn Park Jakarta dan ketiga mencari tujuh mahaguru yang diangkat oleh Taat Pribadi.

"Semua itu atas pengakuan tersangka Maranata alias Vijay dan penyidik sangat fokus untuk menguak ini semua," ujar Kombes Argo kepada Surya, Sabtu (5/11/2016).

Dalam menguak kejahatan yang diduga dilakukan Dimas Kajeng, dukun pengganda uang, penyidik juga mendalami penyidikan terhadap aliran dana yang diterima Vijay.

Sesuai keterangan sementara, Vijay baru menerima aliran dana Rp 2 miliar.

Namun informasi yang masuk nilainya lebih dari Rp 13 miliar.

"Soal aliran uang terus didalami tapi fokus ke Jakarta untuk menguak tiga hal itu," terang dia.

Informasi yang berkembang, pria keturunan India adalah saksi kunci keterlibatan Dimas Kanjeng dalam dugaan tindak pidana penipuan yang memakan korban dari beberapa daerah di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan