Pilgub DKI Jakarta
Anies Mengaku Sulit Hindari Anak-anak di Lokasi Kampanye
Anies mengaku sulit untuk mensterilkan lokasi kampanye dari anak-anak. Pasalnya tempat kampanye yang ia lakukan kebanyakan berada di perkampungan.
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir di setiap blusukannya di kampung padat penduduk, calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu dikerubungi oleh anak-anak di bawah umur.
Padahal keberadaan anak-anak di lokasi kampanye tidak diperbolehkan.
Seperti yang terjadi di Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016).
Lebih dari sepuluh anak berada di lokasi kampanye. Bahkan sebagian dari mereka menggunakan atribut kampanye berupa pin pasangan calon.
Menanggapi hal tersebut Anies mengaku sulit untuk mensterilkan lokasi kampanye dari anak-anak. Pasalnya tempat kampanye yang ia lakukan kebanyakan berada di perkampungan.
"Di kampung suasananya selalu rumit untuk mengatur anak-anak. Lain suasananya kalau kita mengadakan acara di gedung yang bukan masyarakat disitu," kata Anies di Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016).
Di perkampungan padat penduduk menurut Anies tidak ada ruang bermain anak. Sehingga adanya keramaian seperti kampanye menjadi hiburan tersendiri.
"Sekarang ini kedatangan tamu pun adalah hiburan untuk anak-anak," katanya.
Oleh karenanya menurut Anies, bila terpilih sebagai gubernur, ia bertekad untuk menata pemukiman padat penduduk dengan membangun ruang bermain anak.
"Inilah area yang justru menjadi contoh mengapa kita perlu membangun ruang terbuka, tempat bermain anak-anak sehingga mereka memiliki hiburan," kata dia.
Peraturan KPU Pasal 32 Ayat (1) butir J berbunyi: Pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang memobilisasi warga negara Indonesia yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih.
Selain dimobilisasi, anak-anak juga dilarang untuk datang sendiri ke lokasi kampanye bersama keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/calon-gubernur-dki_20161227_192501.jpg)