Komisi VII DPR Dorong Sektor Pariwisata Jadi Motor Ekonomi Daerah
Potensi wisata seperti destinasi buatan, religi, hingga kuliner dapat menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara optimal dan terintegrasi
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong Kota Tangerang menjadikan pariwisata sebagai motor ekonomi daerah.
- Didukung pemerintah pusat dan daerah, potensi seperti UMKM, budaya, dan Sungai Cisadane dioptimalkan guna meningkatkan kunjungan wisata dan pendapatan daerah.
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mendorong sektor pariwisata menjadi sumbu utama peningkatan ekonomi daerah dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga ekonomi kreatif.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Tangerang, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai instrumen pemerataan ekonomi di daerah.
Ia menjelaskan, potensi wisata seperti destinasi buatan, wisata religi, hingga kuliner dapat menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara optimal dan terintegrasi.
“Kota Tangerang sebagai kota terdekat dengan ibu kota memiliki posisi strategis. Kita berharap daerah ini dapat merasakan kemajuan dan kesejahteraan secara merata bagi masyarakat,” ujar Siti.
Siti juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.
“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus terintegrasi dalam satu sinergi yang kuat dengan koordinasi yang baik bersama Kementerian Pariwisata,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah lebih proaktif dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal, dengan peran kepala daerah dan dinas terkait sebagai penggerak utama sektor ini.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di daerahnya menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, Kota Tangerang kini tengah bertransformasi dari kota industri menjadi destinasi wisata urban yang semakin diperhitungkan di kawasan Jabodetabek.
Baca juga: AI Ubah Lanskap Pariwisata, Industri Perhotelan Percepat Transformasi Digital
“Pada 2025, kunjungan wisatawan mencapai 13,9 juta, meningkat sekitar 1,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata yang mencapai Rp528 miliar,” jelasnya.
Sachrudin menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.
Dari sisi pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata memastikan komitmennya dalam mengawal sinergi lintas kementerian untuk pengembangan kawasan wisata Sungai Cisadane.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyatakan bahwa kolaborasi antar kementerian menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan wisata.
“Kementerian Pariwisata sebagai leading sector akan memastikan sinergi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup agar pengembangan kawasan wisata berjalan optimal,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-VII-DPR-RI-Siti-Mukaromah-saat-kunjungan-kerja-di-Kota-Tangerang.jpg)