Breaking News:

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Ingatkan Pejabat Pemprov: Pilih Orang Berdasarkan Agama Melawan Konstitusi

"Tapi, saya dapat katakan, bahwa Anda melawan konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia kalau milih orang berdasarkan agama,"

Tribunnews.com/ Abdul Qodir
Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono (kiri) dan Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) melakukan serah terima Laporan Nota Singkat Pelaksana Tugas di Balaikota DKI Jakarta, Sabtu (11/2/2017). 

"Tapi, saya dapat katakan, bahwa Anda melawan konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia kalau milih orang berdasarkan agama," kata Ahok melanjutkan ucapannya.

Ahok pun mengingatkan agar jangan sampai gara-gara perbedaan pilihan calon, masa depan Jakarta dikorbankan.

Baca: Sumarsono: Tidak Etis Kalau Saya Meninggalkan Pekerjaan Berkoper-koper pada Pak Ahok

Imbauan itu disampaikan Ahok juga terkait tentang rencananya untuk membangunan sebuah sistem birokrasi yang baik di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Ahok menginginkan seluruh birokrat di lingkungan pemprov yang dipimpinnya melaksanakan tugas dengan profesional, kompeten, transfaran dan netral terkait politik.

Hal ini pun sesuai dengan Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena itu, dalam rangka membangun sistem yang baik, ia akan membuat sistem penilaian kinerja untuk para pejabat birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Baca: Habib Rizieq: Umat Islam Harus Disayang, Diajak Dialog Bukan Ditonjok, Dirangkul Bukan Digebuk

Dengan sistem tersebut, birokrat yang tidak profesional akan terseleksi dengan sendirinya.

Dalam rangka membangun sistem kerja yang baik, lanjut Ahok, seharusnya pengangkatan jabatan seseorang tidak didasari karena seagama atau faktor kedekatan politik.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved