Pilgub DKI Jakarta

Demokrat Bebaskan Kadernya Dukung Paslon Pilkada DKI

Menurut Mangindaan masing-masing kader mempunyai penilaian pribadi antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Demokrat Bebaskan Kadernya Dukung Paslon Pilkada DKI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pekerja melakukan pelipatan surat suara Pemilihan Umun Kepala Daerah (Pilkada) DKI di KPU Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (25/1/2017). KPU Jakarta Barat melipat sebanyak 6,9 Juta surat suara dengan bantuan 130 orang warga yang akan digunakan pada pencoblosan Pilkada DKI 15 Februari 2017 mendatang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasca kekalahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilkada DKI, Partai Demokrat saat ini belum menentukan dukungannya terhadap dua pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Ketua Dewan Pembina DPP Demokrat EE Mangindaan membebaskan kadernya memilih antara dua paslon.

Menurut Mangindaan masing-masing kader mempunyai penilaian pribadi antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

"Kalau menurut saya dibebaskan saja, kemampuan masing-masing pribadi menilai siapa yang pas untuk jadi lebih pas," ujar Mangindaan di komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Mangindaan dua paslon yang masuk putaran kedua Pilkada sudah membuktikan kemampuannya di masyarakat ibukota.

Karena hal itu Mangindaan tidak memaksakan para kader Demokrat untuk mendukung salah satu paslon.

"Dua-dua pas, semua pas tetapi yang lebih pas mereka akan menilai sendiri," kata Mangindaan.

Dari Mangindaan pribadi belum memberikan arahan kepada kadernya untuk memilih." Belum ada," kata Mangindaan.

Mantan Menteri Perhubungan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Demokrat belum membahas resmi di dalam internal partai."Secara resmi belum ada," kata Mangindaan.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved