Tewas Usai Ngopi

Jessica: Saya Mau Pulang Om

Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jessica Kumala Wongso 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Air mata Jessica Kumala Wongso meleleh usai mendengar permohonan banding yang diajukannya mendapat penolakan Pengadilan Tinggi Jakarta. Ia langsung memeluk ibu dan ayah yang ikut menjenguk di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta, Senin (13/3/2017).

"Saya mau pulang om, saya mau keadilan," ujar Jessica saat itu seperti yang diceritakan pengacaranya, Hidayat Bostam kepada Tribun.

Setelah memeluk ibu, Jessica menenangkan diri. Ia memilih berdoa. Dan Akhirnya, Jessica memutuskan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Pengadilan Tinggi Jakarta memutuskan untuk menolak banding Jessica. Putusan ini diambil oleh ketua majelis Elang Prakoso Wibowo, dengan anggota Sri Anggarwati dan Pramodhana KK Atmadja. Dalam putusannya, Majelis tinggi memutuskan untuk menguatkan putusan PN Jakpus dalam kasus ini.

"Menguatkan putusan PN Jakpus Nomor 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst tanggal 27 Oktober 2016," sebut putusan Pengadilan Tinggi.

Untuk diketahui, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara kepada terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, Kamis (27/10/2016) sore.

Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

"Menyatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, menjatuhkan pidana 20 tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim Kisworo.

Putusan majelis hakim sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Jessica dengan hukuman 20 tahun penjara, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 340 KUHP.

Menurut majelis, hal yang memberatkan Jessica dalam kasus ini ialah perbuatan terdakwa membuat Wayan Mirna Salihin meninggal dunia, perbuatan keji dan sadis, terdakwa tidak pernah menyesal, dan tidak mengakui perbuatannya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved