Kasus First Travel
Dikejar Calon Jemaah Umrah First Travel, Sosok Ini Bilang 'Mau Mati Saja'
Beragam cerita muncul saat para korban datang ke kantor tim pengurus PKPU. Dari mengerikan hingga menyedihkan.
Wajar marah
Ardi mengatakan kepada Warta Kota, hingga Rabu kemarin, sekitar 4.000 jamaah sudah mengajukan diri sebagai kreditur ke PKPU.
Jamaah berasal dari berbagai daerah, baik pulau Jawa maupun luar Jawa dengan harapan uang mereka bisa kembali.
Ardi bercerita, sejak dibuka pada 28 Agustus lalu, ia telah menjumpai banyak jemaah yang mengaku hampir frustasi dengan kasus First Travel ini.
"Ya wajar mereka marah dan kesal. Kami pahami itu. Banyak yang datang dengan lemas, seperti tidak yakin uangnya bakal kembali. Tapi kami minta supaya mereka khusnuzan dan masalah ini bisa selesai lewat PKPU ini," katanya.
Sepasang suami-isteri, kata Ardi, beberapa hari lalu datang dengan penuh rasa penyesalan.
Dua orang itu sebelumnya pernah berangkat umrah bersama First Travel.
Baca: Anak Korban First Travel Minta Andika dan Anniesa Dihukum Gantung
Karena merasa tidak ada masalah, tahun lalu mereka kembali mendaftar.
Bahkan kali ini dengan 70 orang sanak keluarga dan kerabatnya.
"Mereka katanya pernah berangkat dan tidak ada masalah sehingga mereka promosi lah sama keluarga besar dan kawan-kawan mereka.
"Ada 70 orang yang berhasil mereka ajak. Untungnya mereka bukan agency, hanya promosi saja. Kemarin mereka mengaku merasa bersalah dan tidak enak hati karena akhirnya jadi begini," terang Ardi.
fha/dwi/ajg/Kompas.com
Berita ini dipublikasikan di WARTA KOTA dengan judul: Ibu Ini Dikejar-kejar Calon Jemaah Umrah First Travel, Katanya Mau Mati Saja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/korban-first-travel_20170906_202252.jpg)