Sabtu, 25 April 2026

Menurut Setara Institute, DKI Jakarta Kota Paling Rendah Indeks Toleransinya karena Imbas Pilkada

Dalam penelitian 2015, Jakarta menduduki peringkat 65 dari 94 kota yang dilakukan kajian terkait indeks kota toleran.

Alex Suban/Alex Suban
Tenda dan bangunan liar berdiri di sepanjang sisi Kanal Banjir Barat, Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah mendapat kabar bahwa lokasi tersebut menjadi tempat prostitusi. (Warta Kota/Alex Suban) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Memperingati Hari Toleransi Nasional pada Kamis, (16/11/2017), Setara Institute merilis indek kota toleransi dan intoleransi se-Indonesia.

Dari hasil penelitian Setara Institute, DKI Jakarta menjadi kota di Indonesia yang mendapatkan peringkat pertama dengan katagori toleransi rendah pada 2017.

Dalam penelitian 2015, Jakarta menduduki peringkat 65 dari 94 kota yang dilakukan kajian terkait indeks kota toleran.

Penurunan tingkat indeks kota toleran DKI Jakarta, disinyalir disebabkan penguatan intoleransi dan politisasi identitas keagamaan di DKI menjelang, saat, dan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Setara Institute, Halili saat merilis data penelitian di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).

"DKI turun dari peringkat 65 dalam IKT tahun 2015, menjadi peringkat 94 atau skor terendah pada IKT tahun 2017. Hal itu disebabkan penguatan intoleransi dan politisasi identitas keagamaan jelang, saat, dan setelah pilkada 2017," kata Halili.

Baca: Orang Pasti Berpikir Setnov Sudah Lewat, Kata Pengacaranya

Baca: Setya Novanto Dievakuasi Ajudannya Pakai Jasa Tukang Ojek

Lebih lanjut, Halili menyebut, sejauh ini terjadi sebanyak 24 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Ia menjelaskan pada situasi itu, tidak terdapat pernyataan terobosan dan tindakan nyata dalam merespons pelanggaran yang ada.

Selanjutnya, dia membandingkan Jakarta dengan Bekasi yang melompat dari kedua terendah toleransinya ke peringkat 53 pada tahun 2017.

"Kemajuan signifikan ini pokoknya didorong oleh semakin positifnya standing pasition oleh wali kotanya dalam merespons peristiwa intoleran," jelas Halili.

Sementara, kota lain yang juga mendapat indeks terendah di Indonesia adalah Banda Aceh, Bogor, Cilegon, Depok, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, Padang, dan Mataram.

Setara Institute juga merilis kota paling toleran menurut penelitian tahun 2017.

"Sedangkan kota dengan skor toleransi tertinggi pada Kota Manado 5,90 persen, dilanjutkan Pematangsiantar, Salatiga, Singkawang, Tual, Binjai, Kotamobagu, Palu, Tebing Tinggi, dan Surakata," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved