Demo di Jakarta
Ketua Fraksi PKS Apresiasi Semangat Ukhuwah Reuni 212
Menurut Anggota Komisi I ini, keikutsertaan massa umat Islam dalam acara tersebut adalah hak setiap warga negara di alam demokrasi untuk berkumpul.
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini, mengapresiasi dan mendukung antusiasme massa umat Islam yang mengikuti acara bertajuk Reuni 212 yang diisi dengan doa dan dzikir bersama.
Baca: Diimbau Tak Perlu Reuni 212, Panitia: Kalau Begitu Umumkan Juga Tidak Boleh Ada Reuni Sekolah
Menurut Anggota Komisi I ini, keikutsertaan massa umat Islam dalam acara tersebut adalah hak setiap warga negara di alam demokrasi untuk berkumpul dan mengemukakan pendapat di muka umum.
Apalagi, kata Jazuli, acara itu dikemas secara positif dengan doa dan dzikir bersama dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggangu ketertiban umum.
Baca: Presiden Jokowi Diharapkan Pertimbangkan Hadir Reuni Akbar Alumni 212
"Kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi Pasal 28E Ayat (3) dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Semua pihak sebaiknya melihat dengan kaca mata positif dan konstruktif acara Reuni 212 sebagai aktualisasi semangat ukhuwah dan silaturahim kebangsaan di kalangan umat Islam," ujar Jazuli, dalam keterangan tertulis, Jumat (1/12/2017).
Sebagai bagian dari umat dan bangsa Indonesia, Jazuli berharap energi umat yang dahsyat ini diarahkan untuk kemaslahatan dan kebaikan bangsa Indonesia.
Baca: Panggung Berukuran 16 x 6 Meter Disiapkan Panitia Untuk Acara Reuni Akbar 212
Untuk itu, Ketua Fraksi PKS yang juga seorang muballigh ini menitip beberapa pesan untuk penyelenggara dan massa Reuni 212.
Pertama, selalu hadirkan semangat visi dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dan terbarkan kedamaian bagi bangsa Indonesia yang kita cintai bersama.
Kedua, kokohkan kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga NKRI milik kita semua.
Menurut Jazuli, tanggung jawab itu muncul dari kesadaran sejarah dan kehendak untuk memajukan Indonesia.
Baca: Penjelasan Kepala UPT Monas Soal Persiapan Tempat Untuk Reuni Akbar 212 Besok
Pesan ketiga yakni untuk meningkatkan kecerdasan literasi umat dalam persoalan-persoalan kebangsaan.
"Jangan mudah termakan hasutan dan hoax yang memecah belah persatuan bangsa," imbuhnya.