Tanggapi Keluhan Tarif Parkir Bandara Soekarno-Hatta Hingga Jutaan Rupiah, AP II Bakal Evaluasi

PT Angkasa Pura II akan mengevaluasi terkait tarif parkir progresif di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Tanggapi Keluhan Tarif Parkir Bandara Soekarno-Hatta Hingga Jutaan Rupiah, AP II Bakal Evaluasi
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Arus lalu lintas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 

Laporan Wartawan Tribunjakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II akan mengevaluasi terkait tarif parkir progresif di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 

Hal tersebut menindaklanjuti pengguna jasa bernama Reza Irdiansyah yang mengunggah keluhanya di akun media sosial tentang mahalnya tarif parkir di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca: Agar Tidak Dituduh Main Dua Kaki di Pilpres 2019, Partai Demokrat Rumuskan Strategi yang Tepat

Pengguna jasa tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp 1,3 juta setelah memakirkan mobilnya selama lima hari, 14 jam, 58 menit.

Branch Communication Manager Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, mengatakan pihaknya bersama PT APS (Angkasa Pura Solusi) selaku pengelola fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta, akan mengevaluasinya.

"Kalau memang PT APS nanti ada perubahan mengenai tarif itu, maka sifatnya akan pengajuan kepada PT Angkasa Pura II. kalau nanti ada keputusan pasti akan kita eksekusi. Tapi tentunya sesuai dasar hukum," terang Haerul di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (9/9/2018).

Menurut Haerul, pihaknya bersama PT APS tidak sembarangan menentukan tarif parkir progresif di tiap terminal Bandara Soekarno-Hatta.

"Itu semua sudah ada dan berdasarkan hukum," sambung dia.

Terkait pengguna jasa yang sudah terlanjur terkena tarif parkir tinggi, pengelola tidak bisa berbuat banyak lantara belum ada dasar hukum dan peraturan yang meringankan denda hingga Rp 1,3 juta itu.

Namun, Haerul menegaskan untuk para pengguna jasa yang baru atau sering ke Bandara Soekarno-Hatta untuk lebih memperhatikan imbauan-imbauan tentang tarif parkir.

"Kalau memang baru pertama kali, tidak yakin, dan bingung, bisa tanyakan ke sekuriti sekitar dan tanya petugas terdekat," tegas Haerul.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved